4 April 2013

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan, kecuali memang rutinitas yang perlahan membunuh dan mengubah pola sosialisasi yang terjadi. Hang out di mall? Bercengkrama di timeline? Rasanya menjadi sesuatu yang semakin susah =)), agak sedih juga sih, tapi the show must go on. Apa yang terjadi selama 3 bulan pertama di divisi baru?

Sudah bisa ditebak bahwa saya harus berlajar banyak. Belajar manajemen waktu, manajemen bicara sama manajemen emosi. Mungkin hal terakhir yang paling meningkat daya tahannya. Ketika tingkat stressnya sudah membuat asam lambung naik di tengah malam, rasanya emosi yang paling terkuras. Entah itu harus berbicara dengan semua WI, ataukah ketika harus menahan emosi melihat partner kerja yang careless.

Things happen for a reason,

Itu yang saya ucapkan kepada seorang teman di Path. Entah apa yang ada di pikirannya sehingga membutuhkan kongsi pendapat dari banyak pihak. Hal itu juga yang membuat saya bertahan selama 3 bulan sehingga tidak gila. Gila karena kerjaan atau gila karena terlalu emosional. Saya tahu ini merupakan salah satu tahap untuk mendewasakan diri. Membiasakan diri untuk mengasah pikiran dan mengoptimalkan potensi yang selama setahun terakhir sudah terkikis karena kebanyakan santainya.

Sesi liburan di Lombok.
Sesi liburan di Lombok.

Saya selalu bercanda kepada teman-teman yang bertanya, โ€œkamu kemana? Kok menghilang dari peredaran?โ€ bahwa memang ini saatnya untuk kerjaan yang posesif dan membalas dendam. Setelah tahun lalu semua perhatian lebih banyak terfokus kepada komunitas, maka tahun ini fokusnya saja yang lebih digeser. Sedih? Hey, life must go on. Mencari isu prioritas itu selalu menjadi lebih sulit. Keluar dari zona nyaman yang membuat kita merasa betah dengan teman ataupun dengan kegiatan keseharian.

Lembur, tepar, menjadi makanan sehari-hari. Berkenalan dengan orang baru, memanage jadwal, sampai hectic karena too over drama menjadi konsumsi wajib. Bahkan setelah penutupan diklat, kok saya justru merasa kesepian? Menjaga jadwal 10 kelas yang berjalan paralel dulu menjadi hal yang mustahil, tapi justru ketika hal itu selesai, saya seperti kehilangan ritme tersendiri?

Ada banyak rencana yang akan terjalani sampai setahun kedepan. Termasuk rencana untuk melanjutkan kuliah. Entahlah, rasanya mimpi terlalu besar untuk dijalani. Tapi bukankah itu yang namanya mimpi? Berkeinginan sebesar mungkin sambil berusaha yang terbaik, sampai semuanya menjadi terwujud. Kemarin, notifikasi email sudah masuk kembali, menyisakan satu tahap (yang katanya terakhir). Semoga semuanya berjalan lancar. Amin!

Ulang tahun Dian, salah seorang sahabat.
Ulang tahun Dian, salah seorang sahabat.

Terkadang ada banyak hal yang harus harus berubah. Teman, pekerjaan, semuanya berjalan dengan linier lurus. Ketika ada beberapa dunia yang tidak bisa lagi berdampingan, jangan memaksanya. Karena nantinya kita yang akan lelah sendiri. Kalaupun frekuensi pertemuan menjadi semakin jarang, setidaknya jaga komunikasi agar tidak terputus. Ketika prioritas sudah mulai berubah, ingat target yang ingin dicapai. Semoga itu bisa membantumu menjadi kuat.

Tentang hati? Ah sudahlah. 8 bulan ini menjadi 8 bulan yang menyenangkan. Karena kamu. Terima kasih :*.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply