Pergi
Entah mengapa sesak itu datang lagi.
Pada saat saya ingin memulai semuanya dari awal.
Membuang semua kenangan dan mulai melangkah kedepan.
Dia, yang datang menawarkan sesuatu.
Tapi entah apa,
Bahkan saya pun tidak mampu menjawabnya.
Karena hati ini telah terlalu terluka.
Sehingga tidak bisa membedakan.
Saat ini apakah harus pergi ataukah tetap tinggal.
Aku rindu dengannya.
3 thoughts on “Pergi”
semoga lekas sesak itu terganti 🙂
Ada seribu lagi dan seribu malam yang siap menghidangkan sejuta sahabat….
Serahkan pada waktu, ia akan melambaikan yg terbaik utk dikunyah…
-amin utk doanya om brad-
saya bisa menangkap sebuah pesan penuh kesesakan..