Justin Timberlake ~ Mirrors

Tidak ada yang istmewa pada beat-beat yang ditawarkan oleh JT setelah 25 detik intro yang membuat penasaran. Tetapi keterbiasaan inilah yang membuat kita semakin menyadari bahwa memang musik JT yang lebih sederhana bisa menjadi teman untuk kapan saja. Menjadi semacam pengobat rasa rindu, bahwa ada sesuatu yang tidak berubah. Layaknya seorang teman yang telah lama jalan bersama.

Apa akibatnya? Untuk mereka yang mengharapkan sesuatu yang wah, terang saja akan kehilangan sentuhan “magic” yang dulu dijejalkan padanya berkat musik yang tidak biasa pada album terdahulu. Tapi satu hal yang paling terasa adalah Justin Timberlake mengalami kematangan emosi yang sangat mencolok. Dilihat dari lirik I don’t wanna lose you now/ I’m lookin’ right at the other half of me/ The vacancy that sat in my heart/ Is a space that now you hold. Ouch!

Mungkin hanya Master Oogway yang bisa mengatakan frasa Yesterday is history/ Tomorrow’s a mystery tanpa harus kelihatan seperti menggurui. Tapi masa depan Justin Timberlake rasanya sudah bisa ditebak. Sejak Cry Me A River, dia menekankan bukan hanya bisa bernyanyi dengan penuh penjiwaan, tapi lirik yang dalam bisa menjadi perenungan yang bisa diikuti oleh semua orang. Siapa yang tidak pernah berdrama dalam sebuah hubungan? Selain Justin Timberlake, ada Timothy Mosley, Jerome Harmon, James Fauntleroy yang bertanggung jawab untuk lirik keseluruhan.

Continue Reading