Here, After; ketika cinta saja tidak pernah cukup.

Tuhan bersama mereka yang hatinya retak bulan ini.

Entah mengapa pernyataan tersebut langsung terbersit di kepala. Apakah memang sebuah hati ditakdirkan untuk menerima semua perasaan cinta. Apakah dia mampu menampung segala emosi tanpa ada campur tangan dari otak. Cinta itu buta, itu kata orang. Lantas apakah cinta saja dapat menjadi pondasi dalam suatu hubungan?

Mengusung tagline Cerita cinta berakhir disini, Mahir Pradana mengajak kita sejenak berkontemplasi. Menanyakan hakikat hubungan itu sebenarnya apa? Janji yang dibuat oleh dua orang manusia, ataukah kesepakatan demi kesepakatan—-atau bahasa halusnya itu kompromi—dilakukan demi membuat orang lain bahagia. Lantas, apakah diri sendiri juga bahagia?

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam novel Here, After. Mahir mengajak kita untuk mengikuti alur cerita setiap tokoh utama dari sudut pandang yang berlainan. Memang ada berapa tokoh utama? Ada 10! Loh kok?

Continue Reading