Tentang 28.

Beberapa orang berkata bahwa kau akan berdewasa ketika menempuh banyak peristiwa. Termasuk ketika berada jauh dari rumah, keluar dari semua zona nyaman. Selalu ada hal pertama yang dianggap sulit dan tidak mungkin. Ketika keterbiasaan serba ada kemudian digantikan oleh kemandirian untuk mengurus diri sendiri. Saya selalu percaya hal ini, bahwa ada hal-hal yang harus dijalani sendiri untuk menemukan banyak pelajaran.

You get some, you lose some selalu menjadi kata ajaib yang selalu saya bisikkan kepada diri sendiri ataupun beberapa sahabat yang sedang membutuhkan dukungan. Bahwa janganlah serakah dalam menjalani hidup. Saya kehilangan beberapa jejak kemapanan dari kantor, dan harus berjuang di mamakota dengan angka tabungan yang menurun secara signifikan. Tapi apa yang menanti saya? Dalam beberapa bulan lagi, sebuah perjalanan akan dimulai. Sebuah awal untuk masa depan yang entah bagaimana akan datangnya.

dalam sebuah perjalanan pulang
dalam sebuah perjalanan pulang

Saya bersyukur sempat merasakan jauh dari rumah selama 2 bulan, sebelum tanggal 14 Oktober. Sebuah angka yang telah saya hilangkan notifikasinya dari semua akun sosial media, berharap saya akan melewatinya dengan senyap. Memikirkan bahwa ada angka yang berkurang, dan menyadari bahwa ada tanggung jawab yang menunggu kelak. Apa yang telah kau lakukan dengan 28 hidupmu?

Continue Reading

Tentang 27

Nafasku terengah, sesekali menyesuaikan ritme dengan rute kolam sepanjang 50 meter. Sesekali targetku meleset, untuk melepaskan satu helaan nafas untuk 2 kali mengayuhkan lengan kala mencoba gaya bebas, gaya renang favoritku. Semburat merah langit sudah semakin pekat, sementara baru saja menyelesaikan putaran ketiga. Tak lama panggilan untuk mengosongkan kolam renang terdengar. Sial! Pasti selalu begini kalau saya memulainya tepat jam 5 sore.

Ada sesuatu yang hangat menjalar di pikiranku. Walaupun tubuh harus menggigil melawan suhu air kolam, lengan yang terasa lelah karena menantang massa air untuk melaju, ada satu ketenangan yang saya peroleh. Ketika saya bisa mendengarkan seluruh otot dan berkomunikasi dengan anggota tubuh. Ketika tenggelam dalam air justru menghilangkan seluruh suara yang terkadang tidak begitu penting, dan saya bisa fokus terhadap suara, pikiran, dan hati.

Image by http://www.flickr.com/photos/jennbrady/

Sejenak, saya bisa memikirkan ritme hidup yang terkadang terlalu cepat, terkadang terlalu stagnan. Fokus yang terkadang sedikit terpecah ketika harus bersenggolan dengan orang lain yang ingin berenang juga, ataukah ketika pandangan untuk titik akhir terkadang kabur oleh kabut yang menyisip dalam kacamata renang, bukankah perjalanan hidup bisa dianalogikan demikian?

Beberapa jam lagi umur saya berkurang. Ketika dulu euphoria untuk merayakan satu hari spesial menjadi momen yang sangat krusial, sekarang saya lebih melihatnya kedalam. Untuk instrospeksi diri sendiri, sejauh mana yang telah saya lakukan? Untuk diri sendiri? Untuk keluarga? Untuk orang lain?

Bukankah sesuatu yang telah biasa bisa sangat menjebak pada kemapanan dan kenyamanan?

Inilah titik dimana saya menyadari bahwa memang kata komitmen menjadi hal yang paling saya hindari. Komitmen kepada diri sendiri, kepada orang lain. Untuk selalu berbahagia. Terkadang, hal-hal kecil bisa terlupakan untuk ritme yang terlalu cepat, maka saya belajar untuk menekannya. Memperlambat dan menikmati sejenak.

Continue Reading

Welcoming 26.

Sebenarnya apa arti usia itu? Sebuah bilangan yang menunjukkan angka yang semakin besar dan membesar. Apa yang telah saya lakukan selama 26 tahun saya hidup?

Selamat Ulang Tahun Tuan Beruang

Ketika semua orang melewati kepingan waktu dengan membawa kontemplasi yang melekat, saya sedikit kehilangan arah. Ketika terjebak dengan rutinitas ataukah memang ingin melupakan, saya terkadang melupakan esensi,

“untuk apa saya hidup?”

Pertanyaan ini tidak serta merta timbul. Dari perbincangan bersama seorang sahabat, dia bertanya sederhana, “apakah kamu bahagia dengan hidup kamu yang sekarang?”

Continue Reading