5 hal yang menarik selama bulan Desember di Stockholm.

Christmas Market dan Pepparkakor (biskuit jahe) hanyalah 2 hal yang paling otentik dan mudah ditemui ketika musim dingin tiba. Desember adalah bulan dimana masyarakat Stockholm menghabiskan waktu didalam ruangan bersama keluarga, teman ataukah orang-orang terkasih. Selain cahaya matahari yang bersinar hanya 6 jam sehari, waktu penghujung tahun sudah kental dengan suasana liburan. Ada keriuhan apa saja selama bulan Desember di ibukota Swedia?

Christmas Market di Gamla Stan
Christmas Market di Gamla Stan

1. Christmas Market
Grafik budaya konsumtif cenderung menanjak naik menjelang musim liburan dan natal. Setidaknya inilah pendapat Arne mengenai tren industri yang menyambut perayaan natal sejak awal bulan. Christmas Market adalah salah satu kegiatan reguler  dimana orang-orang bisa menikmati suasana festival selama hampir sebulan penuh. Pusat Christmas Market di Stockholm berada di Gamla Stan, yang diyakini sebagai tradisi yang telah berlangsung lebih dari 80 tahun. Berbagai kios menjual hiasan natal khas Swedia, penganan lokal seperti sill, olahan keju sampai kerajinan tangan bisa ditemukan dalam kios berwarna merah.

Sill yang terbuat dari bahan dasar ikan herring
Sill yang terbuat dari bahan dasar ikan herring

Saya juga sempat mengunjungi Christmas Market di kota Sigtuna yang berjarak 2 jam perjalanan dari pusat kota. Suasana pasar natalnya kurang lebih sama, tapi yang membuat khas adalah Sigtuna merupakan kota tertua di Swedia. Jadi selain melihat kios yang menjual aksesoris natal, kita bisa juga menikmati suasana kota yang menyenangkan.

2. Saffransbullar dan pepparkakor
Kemunculan pepparkakor atau biskuit jahe di rak-rak supermarket menandakan bahwa musim liburan telah tiba. Pepparkakor cocok sebagai teman minum kopi atau teh. Tahun ini saya menemukan satu trik lain untuk memakannya. Berawal dari petunjuk Arne untuk menikmati biskuit jahe dengan olesan blue cheese. Rasanya? Menarik. Hahahaha.

Penampakan Saffransbullar. Image by https://sweden.se/culture-traditions/saffransbullar-and-pepparkakor/
Penampakan Saffransbullar. Image by https://sweden.se/culture-traditions/saffransbullar-and-pepparkakor/

Saffransbullar atau roti saffron juga mudah ditemukan di setiap konditori dan bakery selama bulan Desember. Saffransbullar dikonsumsi untuk memperingati hari St. Lucia yang jatuh pada pertengahan Desember. Warnanya yang serupa kuning keemasan berpadu dengan aroma citrus dan jeruk sangat cocok sebagai teman fika di bulan Desember yang dingin.

Continue Reading

Setahun di Skandinavia.

“Time you enjoy wasting is not wasted time.”

― Marthe Troly-Curtin, Phrynette Married

Setahun-1

20 Agustus selalu menjadi waktu yang istimewa. Selain satu tanggal spesial di bulan Oktober, mungkin kelak tanggal ini menjadi penanda sentimental bahwa ada fase hidup yang baru dimulai. Ketika saya harus menyesuaikan diri dengan banyak hal baru di Stockholm. Sebuah tempat yang kemudian saya anggap rumah kesekian.

Ketika bertemu dan berkenalan dengan orang baru, entah itu ketika sedang pub crawling atau jelajah kota, pertanyaan kenapa saya memilih Stockholm masih sering terlintas. Tentu saja jawaban standar saya adalah mengapa tidak? Mengapa harus memilih kota-kota yang telah populer untuk belajar dan mempunyai banyak diaspora masyarakat Indonesia? Saya sendiri ingin merasakan pengalaman dari sudut pandang orang pertama.

Bagaimana rasanya terekspose suhu minus 25 derajat?
Bagaimana rasanya menyiasati cuaca yang berubah menjadi kelabu?
Bagaimana rasanya memakan surströmming?
Bagaimana rasanya masuk dalam lintas pertemanan masyarakat Swedia yang begitu dekat?

Continue Reading

Skansen dan Valborg; dua identitas Swedia yang tidak bisa dilewatkan.

Memasuki musim semi, suasana dan mood penduduk Stockholm juga berubah. Dari gloomy  menjadi lebih bersahabat dan mudah tersenyum. Fashion statement di jalanan pun tidak lagi didominasi pakaian musim dingin yang identik dengan warna hitam. Langit biru, pohon-pohon yang mulai menghijau, bunga-bunga bermekaran, siapa yang bisa menolak mood riang ini?

radioholicz-skansen-valborg-1

Suhu diluar ruangan juga sudah lumayan hangat dan bersahabat. Kisaran 14 sampai 16 derajat itu sudah sangat hangat menurut ukuran Swedia. Walaupun saya sih tetap menganggap mereka denial, karena hanya memakai t-shirt dan selembar jaket, sementara saya masih menggunakan sweater. Setidaknya jaket musim dingin sudah resmi masuk lemari kembali.

Ada banyak perayaan yang bisa dinikmati selama musim semi dan musim panas berlangsung. Swedia senang sekali dengan perayaan, sebagai pembenaran untuk festival dan berkumpul di ruang-ruang publik. Salah satu yang tidak bisa dilewatkan adalah Valborg yang jatuh pada hari terakhir bulan April.

Continue Reading