Percakapan pertama dan terakhir.

Sebuah percakapan bisa dimulai dari sebuah ketertarikan. Apa yang bisa kau uji dan cari dari lawan bicaramu. Apakah sebuah pertemuan akan berakhir menyenangkan, ataukah kita hanya menjadi 2 manusia dengan balon pikiran masing-masing. Menjadi individu yang berbeda isi kepala.

Setelah 2 kali berpindah tempat, akhirnya kami memutuskan untuk singgah di sebuah kafe di bilangan wilayah Lasinrang. Sayup-sayup suara Sarah MacLachlan bersenandung sewaktu kami hendak duduk. Kami sontak berujar dan menyebutkan nama yang sama. Tidak lupa menyebutkan Angel sebagai lagu paling terkenal dari sang penyanyi. Sebuah intro yang menyenangkan, mengetahui bahwa selera musiknya lumayan.

Matanya menelusuri barisan menu yang ada. Memilih apa yang hendak dicicipi, sambil sesekali bertanya bahan dasar makanannya. Akhirnya dia memilih saya Avocado Frappucino dan saya memesan hot chocolate. Setelah serangkaian makanan yang masuk di lambung selama seharian tentu saja saya tidak mau terlihat bodoh, kalau saja sang perut nanti berkhianat. Kami memulai pembicaraan dengan pertanyaan standar, kerja dan menetap dimana, makanan favorit, dan rahasia mengapa dia terlihat begitu menarik.

Percakapanpun semakin mengalir. Diantara lalu lalang suara kendaraan yang sesekali terdengar, dia berbicara tentang masa lalunya, tentang kuliah, kerjaan dan pengkhianatan yang dialaminya. Saya hanya sesekali menanggapi dan berbagi beberapa pengalaman yang sama. Bagaimana sebuah persoalan asmara bisa menjadi pelik karena satu dan lain hal. Banyak orang bilang bahwa tabu membicarakan mantan pada pertemuan pertama, tapi entah siapa yang memulai topik tersebut dan membuat kami terjebak tentang kisah cinta pertama masing-masing. Saya bercerita bahwa pernah ada seseorang yang pernah saya titipkan harapan dan saling bersurat selama 3 tahun melalui perantara kakaknya (ah, masa-masa itu!)

album tulus dan lonely planet yang menjadi teman kami
album tulus dan lonely planet yang menjadi teman kami
Continue Reading

Tentang 28.

Beberapa orang berkata bahwa kau akan berdewasa ketika menempuh banyak peristiwa. Termasuk ketika berada jauh dari rumah, keluar dari semua zona nyaman. Selalu ada hal pertama yang dianggap sulit dan tidak mungkin. Ketika keterbiasaan serba ada kemudian digantikan oleh kemandirian untuk mengurus diri sendiri. Saya selalu percaya hal ini, bahwa ada hal-hal yang harus dijalani sendiri untuk menemukan banyak pelajaran.

You get some, you lose some selalu menjadi kata ajaib yang selalu saya bisikkan kepada diri sendiri ataupun beberapa sahabat yang sedang membutuhkan dukungan. Bahwa janganlah serakah dalam menjalani hidup. Saya kehilangan beberapa jejak kemapanan dari kantor, dan harus berjuang di mamakota dengan angka tabungan yang menurun secara signifikan. Tapi apa yang menanti saya? Dalam beberapa bulan lagi, sebuah perjalanan akan dimulai. Sebuah awal untuk masa depan yang entah bagaimana akan datangnya.

dalam sebuah perjalanan pulang
dalam sebuah perjalanan pulang

Saya bersyukur sempat merasakan jauh dari rumah selama 2 bulan, sebelum tanggal 14 Oktober. Sebuah angka yang telah saya hilangkan notifikasinya dari semua akun sosial media, berharap saya akan melewatinya dengan senyap. Memikirkan bahwa ada angka yang berkurang, dan menyadari bahwa ada tanggung jawab yang menunggu kelak. Apa yang telah kau lakukan dengan 28 hidupmu?

Continue Reading

Maybe Tomorrow

MaybeTomorrow

I look around at a beautiful life
For been the upper side of down
Been the inside of out
But we breathe

So maybe tomorrow
I’ll find my way home.

(Stereophonics ~ Maybe Tomorrow)

just when you realized, there’s something must be ended.

Continue Reading
1 2 3 7