Cerita dibalik NBISC 2015.

7 tahun merintis karir sebagai divisi acara, rasanya belum ada yang menyamai drama Konferensi PPI Nordic Baltik 2015. Pasalnya apa? Kami harus bersaing dengan efek Badai Helga yang menyerang daratan Skandinavia dan menyebabkan 2 orang pembicara belum sampai ke lokasi acara. Tapi seperti kata Queen, The Show Must Go On!

Cheers!
Cheers!

Tahun ini Persatuan Pelajar Indonesia kecamatan Stockholm mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan konferensi Nordic Baltik. Jadi ceritanya, konferensi ini bertujuan untuk memetakan kekuatan riset dan bidang study para pelajar di wilayah Baltik dan mengimplementasikan ilmu mereka untuk kemajuan Indonesia. Tema yang diusung adalah “A Glimpse into The Future” dan menghadirkan para pelajar dari Norwegia, Denmark, Estonia, Finlandia, dan Swedia sebagai tuan rumah.

Jauh sebelum pelaksanaan acara tanggal 5 Desember 2015, telah banyak hal yang membuat saya tersenyum ketika mengingat seluruh proses kepanitiaan. Sebenarnya saya bukan ketua panitia, tetapi karena proses pemilihan kepanitian ini juga untuk mencari bakat untuk melanjutkan estafet koordinator PPI Stockholm selanjutnya, maka jadilah saya memilih beberapa nama untuk masuk sebagai divisi Akomodasi, Humas, Perlengkapan, dan beberapa divisi penting lainnya.

Continue Reading

Hello, September!

Apa yang lebih menyenangkan daripada mendengarkan rintik hujan di minggu pagi? Jawabannya mungkin semangkuk bubur menado dengan ikan asin dan sambal yang pedas. Oke, mari singkirkan angan-angan tersebut sebelum menjadi momok yang lebih menakutkan dibandingkan bacaan saya akhir pekan ini.

Hello, September!
Hello, September!

Jangan bayangkan bacaan novel yang telah tertunda beberapa pekan untuk diselesaikan. Hari ini saya harus berhadapan dengan August Comte dan konsep positivistik miliknya. Kurang canggih apa lagi coba hidup saya sampai saya tidak menyadari bahwa 5 hari telah berlalu dari bulan September.

See you again, sweet summer!
See you again, sweet summer!

Dalam perjalanan menuju Skogås kemarin sore, seketika saya berpikir panjang. Kenapa akhir-akhir ini waktu seakan berlari? Apa karena saya terlalu menikmati seluruh aktivitas di Stockholm? Atau saya yang tidak bisa menyelesaikan semua ritme kegiatan yang diprioritaskan? Hari Jumat lalu saya akhirnya memberanikan diri untuk menuliskan semua jadwal kuliah normal dan kuliah tambahan di dalam buku biru. Jadwal itu kadang jadi bumerang yah. Di satu waktu bisa membantu untuk menjadi pengingat, lain kesempatan bisa menjadi beban karena melihat banyaknya jadwal yang padat merayap. Belum lagi jadwal bacaan, kelas berenang, latihan menari saman, koordinasi dengan PPI, dan masih banyak lagi.

Tunggu dulu, koordinasi dengan PPI?

Continue Reading