Stockholm dalam 180 hari.

Kalau bukan Madeleine yang mengingatkan, mungkin saya sudah lupa hitungan hari yang saya jalani di kota ini. Bertemu dengan orang-orang baru, mendatangi tempat-tempat yang mempunyai ceritanya masing-masing. Mengapa saya sangat menyukai Stockholm? Karena saya bisa menemukan efisiensi bertemu dengan ritme kota yang sangat cepat. Ruang-ruang terbuka yang sangat memanjakan mata, serta orang-orang yang ramah. Rasanya seperti menyesuaikan dengan keakraban yang terasa familiar.

Salah satu sudut jalan Östermalmtorg
Salah satu sudut jalan Östermalmtorg

Saya juga sangat berdosa dengan blog radioholicz. Niatnya akan bercerita banyak tentang Stockholm dan ritme hidup selama disini, nyatanya masih beberapa postingan bertajuk Stockholm dan Swedia. Baiklah, ini sebagai postingan pertama dari sekian banyak cerita mengenai budaya, kebiasaan dan foto-foto selama saya bertualang di Stockholm. Berapa hari lagi saya akan menghabiskan waktu disini? Ratusan!

Continue Reading