[Travelogue] : (banyak) Jalan menuju Pulau Kelagian (bag. 2)

Setelah browsing sana-sini, ada beberapa opsi yang bisa digunakan untuk mencapai Pulau Kelagian yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan. Sabtu pagi perjalanan kami dimulai. Berbekal jurus sok-dekat-sok-kenal dengan seorang ibu di pool Damri akhirnya kami berhasil mengetahui rute angkot menuju Dermaga Penyeberangan. Sebenarnya untuk kenyamanan kami bisa menunggu Damri yang akan menuju area yang sama, tapi mesti menunggu waktu sejam lebih. Sementara matahari seolah tidak memberi kesempatan untuk menunggu lebih lama lagi.

Dari pool damri kami mengambil angkot warna biru jurusan terminal sawah besar. Harap diperhatikan bahwa jurusan setiap wilayah dibedakan berdasarkan warna angkot. Selalu amati apa warna dasar dan kombinasi yang ada. Terminal Sawah Besar letaknya tidak jauh dari Stasiun Kereta Api, cukup turun di dekat stasiun tersebut. Entah mengapa beberapa orang yang kami mintai petunjuk tidak menyarankan untuk masuk ke dalam terminal kalau memang tidak terbiasa.

Penampakan dari mobil pick-up rakitan menuju dermaga penyebrangan
Penampakan dari mobil pick-up rakitan menuju dermaga penyebrangan

Sesampai di Terminal Sawah Besar kami kemudian nyambung lagi dengan angkot berwarna ungu terong jurusan Gudang Garam. Kenapa dinamakan demikian? Karena dulunya di daerah tersebut terdapat pabrik garam yang cukup besar dan terkenal. Tahulah kami beberapa waktu kemudian bahwa semua rute angkot di Bandar Lampung dibagi menurut area dan ini informasi dasar yang harus diketahui. Sesampai di Gudang Garam, kita harus mencari angkutan lain lagi menuju Padang Cermin menuju Dermaga Klara. Kalau ingin membawa makanan ke pulau, di tempat menunggu kendaraan terdapat warung makan sederhana. Dengan harga yang murah, kami membungkus bekal nasi dan lauk pauk. Jangan lupa pula membeli cemilan secukupnya, karena sesampai di pulau akses benar-benar akan terputus.

Continue Reading

Perjalanan.

“Mencari travelmate untuk jelajah di thn 2013;
1. China-Mongolia-Siberia-Rusia, estimasi Mei atau Agustus
2. Amerika Selatan (Brazil, Chile dan sekitanya): estimasi Agustus (puasa-lebaran)
Waktu estimasi kira2 Agustus, point 1 dan 2 mungkin kedua-duanya atau salah satu point saja di thn 2013”

Ketika melihat barisan pesan tersebut dari seorang sesepuh di grup backpacker, saya hanya bisa tersenyum. Entah seberapa banyak langkah yang telah ditempuhnya. Entah berapa lingkar bumi yang telah dijalaninya. Hari ini kesini, esok kesana, hari lain kesitu. Apakah dia menikmati semua perjalanan itu?

Kenapa saya terdengar seperti sirik yah? Mimpinya untuk melihat tempat-tempat di dunia telah terlaksana, sementara saya masih tetap di tempat. Setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda-beda. Satu yang saya catat, terkadang teman ini, mampu berada di tiga tempat dalam satu hari hanya karena menyesuikan itineary dan bujet ala backpacker. Dengan dana seminim mungkin, melihat tempat sebanyak mungkin.

Sebut saya sentimental, sebenarnya apa yang kalian cari pada setiap perjalanan? Sebuah cinderamatakah, sebuah foto sebagai bukti bahwa kita pernah berada di suatu tempat untuk kemudian dipamerkan kepada orang-orang, ataukah hanya sebagai pemuasan terhadap diri sendiri?

Continue Reading