Browsed by
Tag: Kepada M

Dear M; apa bacaanmu saat ini?

Dear M; apa bacaanmu saat ini?

Halo M, kalau saya langsung bertanya, “How’s life” mungkin akan terasa sangat basi. Mengingat di perjumpaan terakhir, hampir dua jam kita menghabiskan cerita bersama pizza tuna melt kesenanganmu. Waktu itu tanpa salad, entah mengapa. Mungkin kamu bosan? Saya hanya berharap kamu tidak pernah bosan mendengar kabar dari saya, yang mungkin semakin jarang.

 

salah satu rak buku baru di bibliotek
salah satu rak buku baru di bibliotek

Akhir-akhir ini saya meluaskan genre bacaan. Beberapa orang selalu mengkritik bahwa buku pilihanku terlalu pop, terlalu metro (haha!), sebagai anak kekinian mana mungkin kita ketinggalan? Tapi perlahan rasa haus bacaan itu semakin menggila. Tempat yang serupa surga tapi harganya membuat kita jatuh miskin bukan hanya ACE Harware, tapi juga Kinokuniya dan Periplus.

Read More Read More

Kepada M, cerita di penghujung minggu.

Kepada M, cerita di penghujung minggu.

Halo M, apa kabarmu? Saya tahu kamu sangat merindukan November dan menikmati setiap harinya, seperti saya selalu bersemangat kala Oktober tiba. Adalah memiliki kehilangan itu yang biasanya bagian terberat, ketika kita terbiasa menikmati sensasi menunggu. Setelah tanggal sakral tersebut berlalu, terkadang ada perasaan gamang, dan kita hanya berkata,

“Hanya begitu saja?”

Bukan, saya tidak ingin membuatmu galau lagi. Selamat menunggu sampai hari kelahiranmu tiba tahun depan, dimana setiap angka yang bertambah kita diharapkan bisa lebih kuat, lebih tegar menghadapi hidup yang terkadang tidak adil.

Iya M, perkataan itu akhirnya saya dengar lagi. Setelah sekian lama saya berusaha berdamai dengan apa yang ditawarkan hidup, ternyata ada orang lain yang memiliki pikiran yang sama. Padahal dia baru saja menikah, tenyata drama yang dialaminya juga beragam. Kamu mengenalnya kok, 3 bulan sudah dia resmi melepaskan masa lajangnya. Apa coba kekurangan yang dia rasakan, ketika dia sudah menemukan separuh hidupnya?

Salah satu minuman favorit, Choco Oreo
Salah satu minuman favorit, Choco Oreo

Sesekali perhatianku terpecah ketika duduk di kafe bersama mereka. Teman-teman yang dulu sama-sama berjuang di bangku kuliah, siapa yang menyangka kami akan bercakap di tengah spot yang lagi happening di ibukota? Bahwa kemudian pertanyaan keadilan seperti apa lagi yang akan kau cari dari hidupmu?

Read More Read More

Kepada M, sebuah catatan di pagi hari.

Kepada M, sebuah catatan di pagi hari.

Hai M, apa kabarmu? Jakarta sudah memasuki musim penghujan. Seringnya sore hari, ketika saya telah sampai dengan selamat di asrama. Sambil menyaksikan awan kelabu yang berubah menjadi gelap dan akhirnya hujan, saya membayangkan kamu. Berada diatas lantai sekian, melihat hujan yang juga turun sambil mendendangkan lagu favorit kita, Everybody’s Changing.

dark.
dark.

Aneh ya rasanya ketika satu lagu bisa menjadi tema untuk kapanpun, untuk siapapun. Rasanya saya juga sedikit demi sedikit berubah. Mengikuti ritme ibukota yang terkadang sangat tidak manusiawi, berusaha mematikan perasaan ketika melihat anak-anak di lampu merah, para pekerja yang harus melawan hari, sampai terkadang saya menohok kepala sendiri,

“untuk alasan apa saya mengeluh?”

Tahulah M, manusia sering dilanda kegamangan ketika sendirian. Memikirkan rutinitas yang seolah menjadi penjerat kebosanan. Dulu sewaktu kita masih sekota, mungkin saya dengan mudah akan menculikmu dari kantor. Bercerita panjang lebar sambil mengunyah pizza dan mabuk fruit punch. Sesekali saya hanya butuh melihatmu, karena wajah teduh itu tidak pernah berubah dari kuliah. Wajah yang meneduhkan seluruh angkatan, walaupun saya tahu ada gejolak yang tidak pernah berhenti di pikiranmu.

Gejolak itu sepertinya berpindah dikepalaku.

Read More Read More