Strangeland; Keane kembali ke akar

Saya selalu menganalogikan sebuah album yang bagus dengan sebuah kue yang utuh. Kita bisa menikmatinya dengan dua pilihan; langsung menikmati seluruh bagiannya—yang terkadang membuat eneg, atau menikmatinya bagian per bagian. Sehingga suatu hari kita bisa menikmati kadar magis sebuah album lebih lama. Tapi album Strangeland berlaku untuk keduanya. Bisa menikmati track per track, atau menikmati satu album full.

Kenapa? Simak saja kelirihan yang ditawarkan oleh Black Rain. Sebuah balada patah hati dengan vokal Tom Chaplin yang terdengar mengawang-awang. Mereka lebih jujur di album ini. Menjual kisah klise umat manusia, yaitu cinta. Itu baru satu amunisi, masih ada 11 track lain yang menunggu.

Album ini dibuka dengan track “You Are Young” yang menjadi semacam cerita awal. Nikmati masa mudamu! Jatuh cintalah pada dunia! Hentakan emosi pada bagian reffrain membuat kita semakin semangat. Apa yang terdengar familiar? Yah, track ini sangat bernuansa “Everbody’s Changing” yang tersohor itu. Sebuah track yang seolah penuh semangat tetapi memiliki makna yang ambigu.

Continue Reading

Keane – Sovereign Light Café

 

I’m begging you for some sign, but you’ve still got nothing to say
Don’t turn your back on me, don’t walk away
I’m a better man now than I was that day

*Strangeland adalah salah satu pencapaian terbaik band asal Inggris, Keane. Setelah eksplorasi sound yang diusung pada 2 album terakhir, Keane balik ke era awal dan lebih menekankan pada sisi kekuatan lirik. Dalam album terbaru ini, 12 track berisikan ratapan cinta. Penuh dengan roman picisan yang mengisahkan cerita tentang manusia. Mendengar sebagian besar tracknya, akan menghantarkan kita kepada dejavu, bahwa track-track yang ada merupakan episode pelanjut dari Everybody’s Changing maupun Somewhere Only We Know. Welcome back, Keane!

Continue Reading