Jam karet; sudah menjadi kebiasaan?

Saya tidak ingin membuat stereotipe bahwa semua orang Indonesia memiliki kebiasaan ini, hanya sebagian besar saja (eh). Sebab, kalau mau berkata jujur, apakah anda termasuk orang yang tepat waktu?

Semalam saya dibuat kesal oleh beberapa orang teman. Kami akan ketemuan, ngobrol, sambil makan malam. Rencana awalnya sih sore, karena saya masih memiliki beberapa urusan setelah acara makan tersebut. Setelah konfirmasi sana-sini, akhirnya janjian ketemuan bergeser setelah maghrib. Jadilah saya pikir habis maghrib itu mulai pukul setengah 7 lah yah. Ternyata saya salah. Kesepakatan mengenai waktu ternyata dipahami berbeda. Saya menunggu berapa lama? Satu setengah jam! Ternyata jam 8 itu masih termasuk habis maghrib.

Jam karet, tolong berhenti!

Entahlah apa yang ada di pikiran saya atau teman-teman itu. Siapa yang salah? Semuanya salah. Karena janjian tidak menentukan waktu tepat dan hanya berupa perkiraan. Jam 8 tepat saya memutuskan untuk meninggalkan tempat janjian. Tidak jauh saya berkendara, sebuah panggilan masuk. Mereka rupanya sudah berada di tempat makan. Lah, saya disuruh kembali. Maksudnya apa? Mood saya sudah rusak.

Terdengar kelewatan? Kelihatan jahat?

Continue Reading