Mengenal Kuliner Swedia, dari Ikan Herring sampai Lingon Berry

6 bulan tinggal bersama Arne Perrson, rasanya pengalaman kuliner khas Swedia saya sudah tidak perlu diragukan. Beberapa kali dia memasak atau membuat sesuatu, saya juga berkesempatan untuk mencicipinya. Semalam saya juga berkesempatan untuk melihat lebih lengkap apa saja yang dihidangkan ketika makan malam dengan tema Swedish Food yang diselenggarakan oleh Student Union. Hasilnya? Sebagian besar sudah pernah saya rasakan!

radioholicz-swedishdinner-1

Ketika browsing mengenai makanan apa yang wajib dicoba ketika sampai di Swedia, beberapa channel atau tulisan di internet menyebutkan Surströmming sebagai raja kuliner Swedia. Penganan ini berupa ikan herring yang difermentasikan dalam kaleng sehingga menguarkan aroma yang kuat. Kadar baunya dibandingkan dengan durian—buah kontroversial itu—bahkan sudah ada aturan untuk menyantap Surströmming ini di luar ruangan. Karena gas yang membawa bau ikan tersebut akan menempel di furnitur, dan tercium di seluruh apartemen. Saya tidak sabar menunggu musim semi atau musim panas untuk mencobanya, sehingga saya benar-benar menjadi warga Swedia seutuhnya. Hahaha.

Walaupun kata beberapa teman masakan Swedia itu cenderung membosankan—dibandingkan dengan masakan penuh rempah khas Asia atau Timur Tengah—masih ada kok beberapa makanan yang mempunyai rasa yang ajaib dan cara tersendiri untuk menyantapnya. Apa saja menu yang harus dicoba untuk mengenal kuliner Swedia?

Knäckerbröd; atau akrab disebut crispbread. Menurut sejarahnya, crispbread dulunya dibuat bagi mereka yang tidak mampu membeli roti. Crispbread telah menjadi bagian kuliner Swedia selama 500 tahun dan biasanya hadir menemani roti sebagai bagian menu utama. Pilihan topping yang bisa digunakan juga beragam, mulai dari butter sampai irisan tomat dan keju, atau beberapa irisan daging. Kalau bosan sarapan dengan roti atau musli, biasanya saya mengambil 3 atau 4 potong knackerbrod dan ajaibnya bisa menahan lapar 3 sampai 4 jam kedepan.

menu sarapan khas Swedia
menu sarapan khas Swedia

Lingonberry jam; sejenis selai yang disandingkan dengan makanan apa saja. Selai? Manis? Iya. Saya sempat heran melihat kombinasi ajaib memakan meatball yang asin dicampur dengan selai lingonberry yang super manis. Sensasinya ternyata ajaib. Rasa gurih dan asin dari daging bisa disupport oleh selai tersebut. Jadi jangan heran ketika lingonberry hadir menemani mashpotato, pancakes, bubur, dan segala macam makanan lainnya. Saya bahkan sudah mencoba memakannya bersama spaghetti dan ternyata cocok! Apakah fungsinya manisnya sama dengan fungsi kecap? Hahaha, membayangkan spaghetti memakai kecap pun sudah eneg duluan. Tapi jangan pernah memakan lingonberry ini bersama roti, walaupun bentuknya berupa selai.

blueberry pie
blueberry pie

Sill; atau asinan herring. Arti harfiahnya sih asinan, tapi sebenarnya lebih menyerupai ikan mentah yang difermentasikan bersama banyak bumbu. Kalau dalam kuliner Palopo ada juga ikan yang dikonsumsi mentah, tetapi biasanya hanya ditemani jeruk atau cuka yang memasak ikan tersebut dalam waktu singkat. Nah, Sill ini biasanya tahan selama beberapa bulan. Semakin lama disimpan, tentu saja bumbu tersebut semakin meresap dalam ikan. Beberapa teman kelas yang berkebangsaan Swedia pun enggan menyentuhnya karena dianggap sudah terlalu ekstrim—dari bau dan rasa—tetapi inilah salah satu makanan favorit saya! *nerd alert*. Sill ini hadir dalam berbagai varian, mulai dari campuran bawang, merica dan tomat, sampai mustard. Biasanya dihidangkan bersama roti atau telur rebus.
Bloodpudding; dari namanya pun sudah ketahuan apa bahan dasarnya. Saya tidak menyentuh makanan ini karena hal tersebut. Tapi kata orang wajib dicoba.

Roti, selai lingonberry, sill, lax dan telur rebus
Roti, selai lingonberry, sill, lax dan telur rebus

Köttbullar; atau meatball. Kenapa makanan ini diletakkan paling akhir? Karena rasanya demam kottbullar sudan menyebar ke seantero dunia dengan IKEA dimana-mana. Ya, salah satu makanan yang bisa ditemukan dimana saja dan otentik dengan lidah Swedia. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketika menyantap köttbullar di restoran, pastikan bertanya lebih dahulu campurannya. Sudah menjadi hal yang umum ketika olahan daging dicampur dengan daging babi. Syukurlah saya mengetahui hal ini sebelum datang ke Stockholm dan salah satu sahabat saya—Madeleine, i love you!—yang mengetahui saya tidak memakan babi, memasak khusus kottbullar. Rasanya enak! Tapi jangan khawatir tidak bisa menemukan kottbullar yang halal dimakan, biasanya di beberapa supermarket seperti ICA atau Hemkop menyediakan kottbullar yang terbuat dari ayam dengan label halal, atau kottbullar untuk vegetarian yang juga layak dicoba.

bertemu teman baru lagi :)
bertemu teman baru lagi 🙂

Lax atau Salmon; jangan heran kalau ikan ini bertebaran di penjuru Stockholm. Untuk mengolahnya sangat sederhana, taruh salmon dalam wadah atau loyang yang cukup besar. Taburkan garam, lada, daun thyme atau oregano. Masukkan dalam oven, panggang, dan voila! Hahaha. Biasanya ada beberapa varian yang bisa dicicipi kalau makan di restoran. Ada juga saus jadi yang bisa didapatkan di supermarket, kalau merasa daging salmon tersebut terlalu hambar.
Masih banyak makanan khas Swedia lainnya yang belum saya rasakan. Belum lengkap menyebut kebiasaan santap tanpa menyertai kegilaan orang Swedia terhadap makanan manis. Mengenai kegilaan tersebut akan dijabarkan dalam postingan berikutnya. 

You may also like

1 Comment

Leave a Reply