Awas, kawat gigi abal-abal beredar di Makassar!

Sewaktu liburan Idul Fitri kemarin saya mendapat satu pengalaman yang menarik. Saya lebih banyak bergaul dan ngobrol bersama anak-anak dekat rumah. Mereka sekarang sudah bertumbuh menjadi remaja yang sudah mulai ranum (ehem!). Saya ngobrol dengan Kurni, di salah satu counter pengisi pulsa di depan rumah. Pada saat itulah saya menyadari satu hal yang berbeda. Dia memakai kawat gigi! Hmm.

Awalnya hal itu tidak terlalu saya pikirkan, sampai Idul Fitri tiba. Ketika sepupu Kurni datang ke rumah, dia juga menggunakan kawat gigi! Walaupun karetnya senada dengan warna pakaiannya, saya pun hanya bisa berkata heran, demi apa mereka bisa membayar biaya pemasangan kawat gigi yang memang mahal itu? Maklum saja, daerah rumah saya masih sub urban, dengan kondisi orang tua mereka yang cenderung pas-pasan. Sekarang mereka memakai kawat gigi?

Ternyata dari perbincangan saya dengan ibu kemudian, bukan hanya Kurni dan sepupunya saja yang memakai kawat gigi atau behel ini. Beberapa anak telah seusia Kurni telah memakainya. Mereka yang masih duduk di SMA.

Dimana mereka memasangnya? Di Pantai Losari! Dengan harga 35 ribu!

Kontan saya merasa shock dan khawatir dengan keadaan mereka. Maklum saja, ini Indonesia bung! Bahkan kawat gigi pun ada KWnya! Tapi yang membuat saya betul-betul cemas, bagaimana proses pemasangan behel itu? Apakah aman? Apakah steril? Bagaimana kalau nanti kawatnya berkarat? Dengan harga 35 ribu, ternyata menjerumuskan ke penyakit yang lain lagi. Sedih mendengarnya.

Dari beberapa situs yang saya kunjungi kemudian untuk menyelidiki bagaimana proses pemasangan kawat gigi atau behel ini, ternyata prosesnya memang tidak mudah. Dibutuhkan waktu untuk berkonsultasi sambil melihat struktur gigi yang akan terbentuk nantinya. Ini pun harus dilakukan oleh seorang ahli. Bukan hanya dokter gigi biasa saja. Karena salah-salah dampaknya akan ke gigi yang juga merupakan salah satu anggota tubuh yang memiliki banyak saraf yang terhubung ke otak.

Ternyata kawat gigi abal-abal ini sudah merambah ke seluruh Makassar. 2 orang teman telah melihatnya secara langsung. Eko Ihyar, juga telah menuliskan postingan tentang kawat gigi abal-abal ini. Dia mengatakan bahwa praktek pemasangan kawat gigi ini ada di Pasar Sentral dengan harga yang sama. 35 ribu. Unga, juga pernah melihat pemasangan kawat gigi ini di Mal Panakkukang. Bahkan warna karetnya bisa dipilih-pilih. Alamak! Sudah dipegang orang lain, kemudian masuk ke mulut kita?

Mirisnya adalah inilah Indonesia. Pangsa pasar yang ditujunya adalah sebagian besar para remaja yang beranjak dewasa dan mulai sadar dengan fashion. Yakin saja bahwa tren ini akan mewabah ke sekolah-sekolah. Mereka ingin terlihat keren seperti temannya yang (kebetulan) berpunya dan memakai kawat gigi. Tapi tentu tidak semua orang tua mampu membiayai pemasangan kawat gigi itu. Apalagi dengan alasan trendi, jadilah remaja itu mencari jalan singkat. 35 ribu untuk pemasangan behel, tampak trendi, praktis, tanpa memikirkan dampak berikutnya.

Jangan sampai ketika jatuh korban barulah semua orang akan grasa grusu membahasnya 🙁

Kalau ingin mengetahui proses pemasangan kawat gigi bisa di baca disini, serta tanya-jawab sebelum salah memasang kawat gigi bisa di baca disini.

You may also like

9 Comments

  1. gara2 kmarin silahturahmi ke rumah teman,, saya juga mendapatkan kasus serupa..
    bahkan yang ini, teman saya pasang sendiri di rumahnya, dan teman saya sendiri yang pasangkan.. padahal teman saya ini sama sekali tidak ada basic dokter giginya.. dia hanya lulusan SMA…

  2. sebagian orang indo agak aneh, kalo di negara lain kan org yg pake kawat gigi biasanya sangat dekat dengan kesan ‘cupu’ (liat aja vidio klipnya last friday night, katy perry)
    nah mrk kok malah merasa keren pake behel?! mana behelnya behel abal2…..

  3. well…….. this it. *meniruchefchicfarahquiin*
    ini indonesia geto loh. dimana gaya, dan konsumerisme adalah agama. seseorang baru akan merasa afdhal bila bisa jadi pengikut trend.
    tidak ada lagi, etika, norma, adat, rasio, akal sehat. semua dilabrak demi satu kata. tawwa………..
    ckckckckck… miris tapi nyata.

Leave a Reply