Selamat Berbahagia!

Dear Charlie dan Fufu

Hai kalian, apa kabar? Mudah-mudahan dalam kabar yang baik-baik saja. Masih terkena euforia bahagia? Saya pun juga masih merasakan hal yang sama.

Kalian itu pasangan yang aneh. Sangat aneh. Saya mengikuti bagaimana perjalanan kisah kalian. 7 tahun bukan sesuatu yang cepat. Putus nyambung? Entah sudah berapa kali. Saya tahu banyak kisah gila diantara cerita kalian, termasuk episode pergi ke bone untuk menjelaskan sesuatu. Itu semua pengorbanan kalian untuk cinta.

image by http://auroille.deviantart.com

Hey charlie, masih ingat saat pertama kali kamu memberi tahu bahwa kamu jadian dengan Fufu? Saya marah. Saya pun tidak tahu untuk alasan apa, kita berhenti berbicara. Harusnya saya mendukungmu, tapi saat itu saya hanya cemburu. Kita baru memulai bersahabat, menjalani hari di kampus baru. Tapi seseorang telah mengambil hak itu dari saya.

Kita berpisah jalan akhirnya. Saya merelakanmu bersama Fufu. Saya hanya mendengar sesekali, betapa kalian sangat bahagia. Saya ingin jalan juga sebenarnya bersama kalian, tapi saya sudah terlalu gengsi untuk berdekatan. Aneh yah?

Waktu berjalan, kita menjadi angkatan yang paling solid. Kalian berubah menjadi keluarga biologisku di kampus. Kenapa baru semester 6 kita bisa berbaikan dan gila-gilaan bersama? Kalian menamakan diri Spice. 10 perempuan dengan bakat masing-masing. Kami membentuk spice boyz, sebagai pengimbang. Hampir diusir dari kos-kosan, makan di pondokan, semuanya dijalani dengan menyenangkan. Itu adalah masa-masa terbaik hidup di kampus.

Uchk, Saya, Charlie

Saya mengingat ketika kau mengatakan kepada Fufu untuk tidak cemburu kepada saya. Ya, kalian pisah kota selepas kuliah. Fufu kembali ke daerahnya, menjadi pegawai bank. Saya dan Uchk yang menjadi bahumu selama masa kita bekerja. Diantara semua teman, kalian berdua yang tersisa dari kampus yang bisa saya ajak ngobrol tentang apa saja. Cemburu pada kami? Tentu hal yang bodoh, mengingat ikatan kita semua sudah menjadi saudara.

Apa kabar kalian sekarang ini?

Deg-degan? Saya mendapat kabar itu tengah malam, saya hanya bisa memekik bahagia. Setelah sekian lama, akhirnya kalian Mappetuada. Dalam adat Bugis Makassar, inilah mungkin momen krusial dalam hubungan kalian. Kedua orang tua akan bertemu, kedua keluarga akan memulai pembicaraan mengenai seremonial pernikahan kalian. Saya masih ingat raut wajahmu ketika saya dan Uchk mengitrogasimu mengenai detail lamarannya.

Katamu tidak ada yang istimewa. Fufu bukan orang yang romantis. Tidak ada sesi berlutut di senja hari dan mengajukan cincin di jari manismu. Tidak ada episode seperti di film-film itu. Katamu, Fufu hanya berkata orangtuanya akan datang kerumahmu. Itu sudah cukup bagimu, sebagai penanda hubungan kalian akan naik jenjang lagi.

Saya hanya bisa menitip doa untuk hari besarmu besok. Maaf tidak bisa hadir, saya masih terjebak di acara rapat kerja kantor. Saya tahu kamu memaafkan saya, karena ada begitu banyak cinta darimu. Bagaimana rasanya ingin menikah? Seperti mendapat ledakan petasan bahagia. Selamat berbahagia, peluk hangatku untuk kalian berdua.

You may also like

2 Comments

Leave a Reply