“karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu?”
Pilihan
Filed under Ordinary Day, Private Emotion
“karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu?”
Filed under Ordinary Day, Private Emotion
sama pedisnya dengan menghadapi kenyataan bahwa ternyata kamu adalah satu –satu di antara sejuta—