Pilihan

“karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu?”

 


1 Comment

Filed under Ordinary Day, Private Emotion

One Response to Pilihan

  1. sama pedisnya dengan menghadapi kenyataan bahwa ternyata kamu adalah satu –satu di antara sejuta— :)

Leave a Reply