Eminem Feat. Rihanna – Love the Way You Lie

trackoftheday

Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa track “Stan” adalah salah satu kolaborasi terbaik yang pernah ada. Vokal Dido yang begitu khas bisa menjadi pemanis dan mengimbangi karakter vokal milik Eminem. Tetapi di track ‘Love The Way You Lie”, vokal Rihanna justru semakin menegaskan apa yang ingin disampaikan oleh Eminem mengenai sebuah hubungan yang begitu complicated.

Maybe our relationship/Isn’t as crazy as it seems/Maybe that’s what happens/When a tornado meets a volcano. Apakah memang sebuah hubungan memang seperti rollercoaster? Seketika dia bisa mengangkatmu dengan perasaan bahagia, tetapi sejenak kemudian menghempaskanmu dengan semua kepedihannya. Tapi justru disitulah seninya, ketika kau menjadi kecanduan akan cinta tersebut. Ketika berusaha menyatukan 2 karakter yang berbeda.

Pertama kali mendengar track ini mungkin kita akan tertipu. Vokal Rihanna yang terdengar begitu pedih pelan-pelan mengalun dengan ditemani oleh suara piano. Apakah track ini menjadi track yang begitu mellow? Eminem memang pandai membuat kejutan. Setelah detik ke 25 barulah kita akan mengetahui bahwa memang ini adalah track miliknya. Dengan beat-beat yang sangat Eminem!

Satu yang khas dari track ini adalah saya mengenali kembali sosok emosional Eminem. Sama seperti ketika dia bernyanyi lewat track “Like Toy Soldiers” ataupun “Mocking Bird”. Dia bukan hanya seorang bad ass yang bisa mencela siapa saja, dia pun juga (ternyata) memiliki sisi manusiawi.

Saya lebih menyenangi karakter vokalnya seperti ini, ketika dia bisa menjadi sosok yang berbeda, agak psycho, demi memiliki seseorang. Apakah ada yang pernah berkata seperti ini kepadamu? If she ever tries to fu*king leave again/I’mma tie her to the bed/And set this house on fire. Keadaan ini dipertegas lagi oleh Rihanna yang berperan sebagai sang pacar. Yang menikmati semua kebohongan demi mempertahankan sebuah hubungan.

Siapa yang bertanggung jawab akan skenario track ini? Ada 4 orang yang harus di perhatikan. M. Mathers, A. Grant, H. Hafferman, dan juga M. Riddick. Sedangkan yang bertindak sebagai produser adalah Alex da Kid dan Makeba Riddick. Satu bocoran yang diberikan oleh Alex da Kid, lagu ini direkam Eminem hanya dalam waktu 2 hari dan dia sudah memiliki bayangan siapa yang cocok diajaknya berduet di lagu ini. Jawabannya hanya ada satu orang, dialah Rihanna!

Berbicara tentang angka, track ini mengawali debutnya di posisi 2 di US Billboard Hot 100. Sekarang sudah peak dalam posisi jawara. Dalam chart Billboard Digital Songs, track ini debut di posisi pertama dengan menjual 338 ribu download pada minggu pertama dirilis.

Masih kurang? Track ini menjadi track yang menjuarai chart yang “belum dibantu” oleh sebuah video klip. Masih banyak yang penasaran bagaimanakah video klip yang dibintangi oleh Megan Fox dan Dominic Monaghan serta disutradarai oleh Joseph Khan. Pastilah efeknya akan lebih massive lagi.

Bagaimanapun juga anda sebagai penggemar Eminem bisa berlega hati. Album Recovery bisa menjadi bukti bahwa didalam kepala Eminem masih banyak kejeniusan bermusik yang belum tergali. Buat penggemar Rihanna, anda juga patut berlega hati. Bahwa dia hadir sebagai team-mate di track ini dan bukan sebagai korban ejekan Eminem seperti yang terjadi di track-track terdahulu. Dan sepertinya track ini tanpa Rihanna akan terasa hambar. Cheers!

Continue Reading

Pixie Lott – Broken Arrow

trackoftheday

Broken Arrow sendiri akan bercerita dari sudut pandang, “jika saja hal itu tidak terjadi”. Sebuah sudut pandang yang wajar dinyanyikan oleh seorang wanita dalam lagu. Tentang cinta yang tak terbalas atau cerita cinta yang tidak selesai. Lengkap dengan lirik yang meratap. Tapi untuk track ini, kok sepertinya ratapannya berlebihan yah?

Saya sendiri lebih menyenangi Ms. Lott bernyanyi dalam suasana balada seperti ini. Sebuah kelanjutan dari Cry Me Out ataupun Gravity. Aspek emosional yang ingin ditunjukkannya pada beberapa frase bisa tertangkap dengan jelas. And you can’t deal with the pain, And now you’re trying to fix me, Mend what he did, I’ll find the piece that i’m missing.

Intro yang dibangun oleh suara piano, berpadu dengan suara Pixie Lott yang pelan-pelan meninggi dan bercerita tentang sang mantan. Ketika refrain masuk, barulah kita akan menikmati full band yang mengiringi sampai akhir lagu. Terdengar flat sampai akhir? Tidak juga. Silahkan percepat playlist anda ke menit 2. 24, bagian bridge yang akan menyambung dan menjadi titik tengah apa yang menjadi inti ratapannya sebenarnya.

Bagaimana performa track ini? Berbeda dengan track-track album Turn It Up dimana nama Jonas Jeberg dan Cutfather mendominasi duduk di jajaran Produser, kali ini ada nama Toby Gad dan Jay Reynolds. Sedangkan liriknya turut diciptakan juga oleh Pixie Lott sendiri bersama Ruth-Anne Cunningham dan Toby Gad.

Selalu menarik melihat trik marketing yang dilakukan untuk mengangkat penjualan suatu album. Penambahan 9 buah lagu baru rasanya mubasir. Bisa saja dia bisa membuat satu album baru yang lebih fresh. Tapi toh apa mau dikata? Ada pertimbangan tersendiri ketika merilis album Turn It Up Louder ini. dalam rilisan resminya, single ini dibuat juga dalam versi akustik. Pixie bernyanyi hanya diiringi piano saja, dan saya lebih suka dengan versi akustik tersebut.

Nasib track ini setidaknya lebih baik dari Gravity. Posisi 12 di chart UK singles, dan sedikit bantuan bisa membuatnya masuk di 10 besar. Apakah video klip akan membantunya? Kita lihat saja bagaimana nasib nantinya.

Pada akhirnya semua akan kembali kepada anda. Apakah mau terjebak selamanya dalam lubang hitam dan tidak bisa melupakan sang mantan. Ataukah melanjutkan hidup dan menyiapkan anak panah baru dalam urusan percintaan. Cheers!

Review ini tampil sebagai Single Of The Day CreativeDisc tanggal 5 Oktober 2010

Continue Reading

Cee Lo Green – Forget You

trackoftheday

Judul asli track ini sebenarnya F**k You. Sebuah judul yang pastinya akan mendapat protes dimana-mana. Akhirnya untuk pemutaran airplay di radio, track ini diberi judul Forget You. Entahlah bagaimana tanggapan orang nantinya, tapi ada sedikit perubahan makna yang terjadi pada track ini. Satunya bernada sumpah serapah, sedangkan satunya lagi bernada menyerah dan ingin melupakan sang “gold digger” alias cewek matre tersebut.

Penegasan tersebut bisa anda dengarkan secara jelas di menit ke 3. 03, ketika Cee Lo Green dengan lirihnya berteriak, why, oh why baby. I love you, I still love you. Apakah memang cinta harus diukur dengan harta? I guess he’s an X-box and I’m more Atari, But the way you play your game ain’t fair. Ough!

Sepertinya nama Bruno Mars semakin meraja lela dimana-mana. Bersama Green, Philip Lawrence, Ari Levine, dan Brody Brown lirik cerdas dalam track ini diciptakan. Buktinya per 10 oktober 2010, track ini berhasil melakukan maneuver dan menjadi jawara chart UK Singles. Bukan hal yang remeh, sebab public darling UK sedang mencoba comeback juga, siapa lagi kalau bukan track Shame milik Robbie Williams dan Gary Barlow.

Bagaimana dengan sound yang ditawarkan? Kita akan mendengarkan sedikit suara piano dan perkusi di beberapa bagian, dengan suasana tahun 60 an yang sangat kental. Seolah-olah kita ditarik masuk untuk menjelajah di dunia Motown dulu. Tidak perlu lama-lama menikmati intronya, di detik ke 6 anda akan mendengarkan suara Cee Lo Green yang memulai curhatnya.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah, keahlian Cee Lo Green dalam memainkan nada-nada tinggi di beberapa bagian tanpa terdengar menyakitkan telinga. Dengan suara seraknya kita bisa saja terkecoh dan mengira track ini dinyanyikan oleh Stevie Wonder! Simak juga barisan choir yang membentuk suara 2, what a great combination! Membuat track ini sanggup menetap di kepala dan susah untuk dihilangkan.

Well, setidaknya ketika anda membutuhkan lagu sakit hati dan berusaha untuk bangkit dari keterpurukan, dengarkanlah track ini 3 kali sehari. Dijamin anda akan dihinggapi rasa puas dan mulai terbiasa untuk mengacungkan jari tengah pada orang yang menyakiti anda. Cheers!

Continue Reading