Tracks of the week : Daughter, Joshua James & Gregory Porter.

radioholicz-tracks-januari

Entah apa hubungan antara musim dingin dan pilihan track minimalis yang sendu dan membuat depresi. Hahaha, tapi rasanya menyenangkan mendengarkan beberapa track ini sambil berjalan di tengah lapangan yang dipenuhi hamparan putih. Track jagoan saya minggu ini jatuh kepada :

1. Daughter – Youth
Ketika mendengarkan track Youth melalui weekly playlist pilihan Spotify, saya cuma bergumam mengapa track ini terasa familiar. Ternyata Youth resmi menjadi salah satu anthem soundtrack serial televise mulai dari Grey’s Anatomy sampai Arrow. Band beraliran indie-folk dengan frontlady Elena Tonra menawarkan vokalnya yang husky dan mengawang-awang. Jangan tertipu dengan intro track Youth, setelah menit 1:11 barulah kita akan mendengarkan kemegahannya dengan sempurna.

And if you’re still bleeding, you’re the lucky ones.
‘Cause most of our feelings, they are dead and they are gone.
We’re setting fire to our insides for fun.

2. Joshua James – To Be Alone With You
Pernah tercatat sebagai “Next 25 Artists You Need To Know” oleh Paste Magazine tahun 2008 untuk pecinta music folk, rasanya nama Joshua James menjadi sangat segmented. Album Seven Swans Re-Imagined merupakan album yang berisikan rendisi ulang track-track Sufjan stevens dengan sentuhan yang baru. Saya sendiri tidak familiar dengan versi asli To Be With You, tapi versi Joshua James sukses membuat saya ingin berdiam diri di tengah lapangan kosong.

3. Gregory Porter, Laura Muvling – Water Under Bridges
Pertanyaan mengenai Gregory Porter adalah mengapa saya tidak pernah mendengar namanya padahal dia memenangkan Grammy kategory album jazz terbaik tahun 2014? Vokal Porter sejenak mengingatkan corak suara James Ingram ataupun Peabo Bearson dengan aransemen yang lebih fresh. Tambahkan sisi sentimental dan emosianal Laura Muvling membuat Water Under Bridges sebagai track mari-kita-move-on-tapi-susahnya-minta-ampun. Bagian terbaik adalah ketika saya menemukan tautan youtube dan bernyanyi live. Serupa dengan versi recordnya!

Do you remember,
The days we used to spend?
Memories so strong,
It keeps me from moving on.

Somebody told me: “Get over it.”

Itulah 3 track yang sporadis saya taruh di playlist januari. Apa track favorit kalian minggu ini?

Continue Reading

[Travelogue] : Mengunjungi Tallin.

Ada beberapa destinasi yang bisa ditempuh dengan menggunakan kapal pesiar dari Stockholm. Dengan waktu tempuh sekitar 14 jam, Helsinki, Riga, ataupun Tallin menjadi tujuan favorit bagi mereka yang ingin melewatkan akhir pekan. Biasanya saya dan teman-teman PPI Kampung Stockholm pergi hari Jumat sore dan kembali lagi hari minggu pagi. Masih ada waktu istirahat bagi yang harus bekerja keesokan harinya, juga masih ada waktu nongkrong bagi yang tidak mempunyai kegiatan selain tidur di rumah.

Gerbang kota tua Tallin
Gerbang kota tua Tallin

Biasanya waktu standar untuk menjelajah kota adalah 6 sampai 8 jam. Polanya sama untuk setiap negara. Kapal bersandar di pelabuhan pukul 8 atau 9 kemudian berangkat lagi pukul 5 atau 6 sore. Makanya trip seperti ini hanya seperti sweet escape dan hanya berkesempatan untuk menjelajah wilayah kota tua. Jangan bayangkan seperti Stockholm, untuk menjelajah Gamla Stan saja bisa memakan waktu sampai 3 jam.

Apa yang bisa dilakukan selama 6 jam di ibukota Estonia?

Sebelum menjelajah ke negeri tetangga, aplikasi pocket saya sudah penuh dengan to-do list atau referensi berbagai tempat yang menarik. Tidak lupa urutan prioritas tempat yang akan dikunjungi. Public square, bangunan ikonik dan makanan khas. Khusus untuk winter escape bulan lalu, saya menamakannya trip anti ambisius karena menyadari 6 jam waktu yang tersedia. Belum lagi musim dingin membuat matahari tenggelam lebih cepat. Semboyan saya adalah kalau dapat tempatnya, ya syukur, kalau nggak juga gak ngoyo. Saya berprinsip daripada melihat sekian banyak ikon kota tapi terburu-buru, mending berjalan di salah satu bagian tapi menikmatinya dengan santai dan puas.

Salah satu lorong dan cobble street yang khas
Salah satu lorong dan cobble street yang khas
Raekoja platts dan christmas market
Raekoja platts dan christmas market
Continue Reading

Tentang Stockholm; berkunjung ke Science Fiction Bokhandeln.

Science Fiction Bokhandeln (bookstore) adalah tempat yang sebisa mungkin saya hindari. Koleksi toko ini rasanya menyerupai segala rupa yang bisa ditemui di pojok sekolah Hogwarts, dunia Ghibli, sampai galaxy Star Wars. Sebagai penggemar science fiction, hampir bisa dikatakan saya selalu hilang akal ketika memasuki tokonya.

Välkommen!
Välkommen!
Deretan buku di dekat pintu masuk
Deretan buku di dekat pintu masuk

Mengikuti setapak jalan Västerlånggatan 48 di Gamla Stan, kita akan mudah mengenali toko ini dengan ikon naga diatas plang nama, serta dua buah jendela besar yang memamerkan sebagian kecil koleksi berbagai dunia fantasi. Pancingan tersebut rasanya sangat tepat karena ketika memasuki toko kita akan disuguhkan aneka buku science fiction, koleksi action figure, dan berbagai merchandise lainnya.

Continue Reading

5 hal yang menarik selama bulan Desember di Stockholm.

Christmas Market dan Pepparkakor (biskuit jahe) hanyalah 2 hal yang paling otentik dan mudah ditemui ketika musim dingin tiba. Desember adalah bulan dimana masyarakat Stockholm menghabiskan waktu didalam ruangan bersama keluarga, teman ataukah orang-orang terkasih. Selain cahaya matahari yang bersinar hanya 6 jam sehari, waktu penghujung tahun sudah kental dengan suasana liburan. Ada keriuhan apa saja selama bulan Desember di ibukota Swedia?

Christmas Market di Gamla Stan
Christmas Market di Gamla Stan

1. Christmas Market
Grafik budaya konsumtif cenderung menanjak naik menjelang musim liburan dan natal. Setidaknya inilah pendapat Arne mengenai tren industri yang menyambut perayaan natal sejak awal bulan. Christmas Market adalah salah satu kegiatan reguler  dimana orang-orang bisa menikmati suasana festival selama hampir sebulan penuh. Pusat Christmas Market di Stockholm berada di Gamla Stan, yang diyakini sebagai tradisi yang telah berlangsung lebih dari 80 tahun. Berbagai kios menjual hiasan natal khas Swedia, penganan lokal seperti sill, olahan keju sampai kerajinan tangan bisa ditemukan dalam kios berwarna merah.

Sill yang terbuat dari bahan dasar ikan herring
Sill yang terbuat dari bahan dasar ikan herring

Saya juga sempat mengunjungi Christmas Market di kota Sigtuna yang berjarak 2 jam perjalanan dari pusat kota. Suasana pasar natalnya kurang lebih sama, tapi yang membuat khas adalah Sigtuna merupakan kota tertua di Swedia. Jadi selain melihat kios yang menjual aksesoris natal, kita bisa juga menikmati suasana kota yang menyenangkan.

2. Saffransbullar dan pepparkakor
Kemunculan pepparkakor atau biskuit jahe di rak-rak supermarket menandakan bahwa musim liburan telah tiba. Pepparkakor cocok sebagai teman minum kopi atau teh. Tahun ini saya menemukan satu trik lain untuk memakannya. Berawal dari petunjuk Arne untuk menikmati biskuit jahe dengan olesan blue cheese. Rasanya? Menarik. Hahahaha.

Penampakan Saffransbullar. Image by https://sweden.se/culture-traditions/saffransbullar-and-pepparkakor/
Penampakan Saffransbullar. Image by https://sweden.se/culture-traditions/saffransbullar-and-pepparkakor/

Saffransbullar atau roti saffron juga mudah ditemukan di setiap konditori dan bakery selama bulan Desember. Saffransbullar dikonsumsi untuk memperingati hari St. Lucia yang jatuh pada pertengahan Desember. Warnanya yang serupa kuning keemasan berpadu dengan aroma citrus dan jeruk sangat cocok sebagai teman fika di bulan Desember yang dingin.

Continue Reading