Tentang 28.

Beberapa orang berkata bahwa kau akan berdewasa ketika menempuh banyak peristiwa. Termasuk ketika berada jauh dari rumah, keluar dari semua zona nyaman. Selalu ada hal pertama yang dianggap sulit dan tidak mungkin. Ketika keterbiasaan serba ada kemudian digantikan oleh kemandirian untuk mengurus diri sendiri. Saya selalu percaya hal ini, bahwa ada hal-hal yang harus dijalani sendiri untuk menemukan banyak pelajaran.

You get some, you lose some selalu menjadi kata ajaib yang selalu saya bisikkan kepada diri sendiri ataupun beberapa sahabat yang sedang membutuhkan dukungan. Bahwa janganlah serakah dalam menjalani hidup. Saya kehilangan beberapa jejak kemapanan dari kantor, dan harus berjuang di mamakota dengan angka tabungan yang menurun secara signifikan. Tapi apa yang menanti saya? Dalam beberapa bulan lagi, sebuah perjalanan akan dimulai. Sebuah awal untuk masa depan yang entah bagaimana akan datangnya.

dalam sebuah perjalanan pulang
dalam sebuah perjalanan pulang

Saya bersyukur sempat merasakan jauh dari rumah selama 2 bulan, sebelum tanggal 14 Oktober. Sebuah angka yang telah saya hilangkan notifikasinya dari semua akun sosial media, berharap saya akan melewatinya dengan senyap. Memikirkan bahwa ada angka yang berkurang, dan menyadari bahwa ada tanggung jawab yang menunggu kelak. Apa yang telah kau lakukan dengan 28 hidupmu?

Awalnya saya berpikir untuk merayakan pergantian usia di sudut terjauh Indonesia. Bertualang sendiri di Pulau Weh, Kabupaten Aceh. Tapi beberapa hari terakhir, entah mengapa rindu begitu membuncah. Tarikan pulang begitu terasa. Bahwa ada sesuatu yang menunggu untuk diperlihatkan, dan ternyata begitulah adanya.

Ketika beberapa dunia tetap berjalan sebagaimana biasanya, ada kesedihan yang cenderung mengarah egois. Apa benar peranku cuma sampai disitu? Apakah tugasku kemudian bisa dengan mudahnya digantikan oleh pemikiran orang lain? Itulah titik dimana saya menoyor kepala sendiri dan seolah teriak,

“hello, memangnya kamu sehebat apa?”

Sejenak saya limbung. Memikirkan semua perjuangan yang saya jalani, dan harus merelakan semua kenyamanan yang telah saya bangun selama beberapa tahun. Tapi itulah yang membuat perjalanan yang terakhir menjadi lebih menarik, bahwa memang benar ada beberapa hal yang harus dilepaskan, untuk menjadi lebih baik. Tidak semua orang mempunyai kesempatan tersebut.

28 tahun menjadi angka tersendiri. Kepada diri sendiri telah terucap janji mengenai beberapa hal. Bahwa terkadang setiap perjalanan akan menemui ceritanya sendiri. Ada janji-janji yang harus dipenuhi dalam 2 tahun, sambil berusaha menjadi manusia yang lebih baik. Ketika di bulan Agustus saya melihat pelatihan ini sebagai sarana untuk melarikan diri dari pekerjaan, saat itulah saya salah memikirkan langkah selanjutnya.

Ketika hari berganti dan fokus tidak juga bertambah. Apakah saya akan merelakan sebuah zona nyaman untuk sesuatu yang tidak saya usahakan secara maksimal? Maka sampailah saya pada sebuah pemikiran bahwa memang kau harus melihat sesuatu dari jauh, untuk menyimak semua gambar besar yang terjadi. Jangan sampai penyesalan yang kelak akan datang di kemudian hari.

Untuk ibu dan bapak, izinkan anakmu untuk berjalan selama 2 tahun ini, sebelum kembali untuk menunaikan sebuah janji kepada diri sendiri, kepada semesta, dan kepada Maha Pemberi Kehidupan.

Terima kasih Ya Rabb, untuk 28 tahun yang telah terlewati.

You may also like

4 Comments

  1. 14 oktober ya, well…. sebaiknya tanggal itu saya catat, karena hanya tahu zodiakmu libra dan ternyata melewatkan ulangtahunmu bahkan tanpa mengucapkan sebuah selamat sama sekali… kinds of make me fell so bad.
    happy belated birthday kak. i wish nothing but the best for you, as always.. :)

  2. 14 oktober ya, well…. sebaiknya tanggal itu saya catat, karena hanya tahu zodiakmu libra dan ternyata melewatkan ulangtahunmu bahkan tanpa mengucapkan sebuah selamat, kinds of make me fell so bad. happy belated birthday kak. i wish nothing but the best for you, as always.

Leave a Reply