Selamat Ulang Tahun, Andi Nurina Tyagita!

Setiap roda kehidupan pasti selalu berputar. Orang datang dan pergi dalam hidup, tapi sahabat sejati pasti selalu ada di hati *tsaah*

Anyway, bisa dikatakan masa-masa SMA adalah masa paling labil yang pernah saya lewati. Sepertinya hal ini memang terjadi pada semua orang. Katakanlah tuntutan pelajaran yang semakin hari semakin menggila, teman yang entah kenapa sulit mendapat yang sepaham, sampai masalah cinta yang tak terdefinisikan. Satu tambahannya, teman paling absurd yang penah saya dapatkan. Andi Nurina Tyagita.

Momen saat reuni akbar sekolah

Tidak semua orang yang bisa mengerti dia. Kenapa? Katakanlah beberapa omongannya yang terkadang terlalu frontal dan bisa menyebabkan sumbu emosi orang lain menjadi tersulut. Dia tidak suka dengan sesuatu? Gampang saja. Dia langsung mengatakannya dan tidak akan pernah berhubungan dengan hal tersebut. Sebagian besar orang takut dengan perangainya itu, apa lagi dengan intensitas suara yang lumayan besar dan tinggi.

Lantas kenapa saya bisa tahan bersamanya? Berteman dengan orang yang sanggup membuat jengkel Fithratuddin, sang ketua Osis, ketua angkatan, ketua remaja masjid, cowok teralim di sekolah dulu tanpa merasa bersalah? Karena hidup menjadi lebih berdrama dengannya. Dibalik sifatnya yang cuek, dia adalah orang yang sangat perhatian.

Ada banyak momen menakjubkan bersamanya. Termasuk pengalaman pertama ke Toko Agung untuk membeli perlengkapan kelas. Saya takjub dan merasa sedikit terintimidasi. Maklum saja, dia lungsuran dari angkatan sebelumnya, jadi langsung dituakan. Sedangkan saya, sisi kreatif saya terlalu lancang mengambil inisiatif untuk membuat konsep struktur kelas. Jadilah kami bekerja sama pertama kali pada saat itu. Berlanjut dengan cerita-cerita mengenai sekolah kami tercinta, STM Telkom.

Selanjutnya? Keberadaan kami menjadi sosok tidak terpisahkan. Hanya saya yang dapat tahan di sampingnya ketika dia sudah mulai berteriak (suaranya berapa desibel? Ratusan!). Sesi dibonceng naik motor pertama kali oleh cewek untuk melayat ke rumah seorang teman, sampai menemaninya diksar untuk anak paskibra di sekolah. Terdengar sangat friendzoned hah? Percayalah, tidak ada orang lain yang bisa saya ajak gila-gilaan selain dia.

Tidak semuanya berjalan dengan mulus. Mungkin saat kau membaca tulisan ini, Nurina, barulah kau akan mengingat semua tingkah bodoh kita disekolah. 3 tahun sekolah, 3 kali musuhan dan baikan? Tapi itulah kita. Beberapa kali salah paham terjadi. Beberapa kali ketidak enakan muncul, sampai tidak saling bicara satu sama lain. Puncaknya, ketika momen kelulusan sekolah dia menjadi sangat jauh dan sangat asing. Barulah beberapa bulan kemudian saya bisa menikmati koar-koarnya lagi.

Siapa yang menopangku saat keluarga dalam masalah dan saya hanya ingin lari? Dia ada disana. Saya masih ingat kegilaan kami mencari koran kelulusan spmb untuk melihat hasil ujian. Dengan gilanya dia datang menjemputku di tempat bimbingan dan berburu koran hasil pengumuman. Dialah yang pertama kali menyelamatiku atas kelulusan di Unhas. Setelah sebelumnya sempat marah besar karena tidak pernah menceritakan semua masalah dan ingin lari ke bali. Semuanya masih terekam jelas dikepalaku.

Seberapa jauh saya mengenal Andi Nurina Tyagita? Rasanya 12 tahun pertemanan sudah menjawab semuanya. Bagaimana kegilaannya dulu dengan Tao Ming Tse dan meteor garden (bahkan dia dijuluki Sanchai karena perempuan pertama yang memakai motor kesekolah), kegemarannya dengan Sheila On 7, upayanya dalam membuat ekskul Paskibra dan Ni Hon Go, sampai mempopulerkan rok panjang ala Batosai. Momen-momen itu masih ada di kepala saya.

Momen selepas kuliah pun kami masih berkomunikasi. Bagaimana dia berorganisasi di Poltek sampai kisah cinta platoniknya. Entah apa yang bisa saya sembunyikan dari dia. Walaupun keras kepalanya tidak pernah berubah, tapi saya melihatnya sebagai orang yang mau mempertahankan pendapat. Mau bekerja keras dan tidak mau menyerah.

12 tahun pertemanan tidak bisa dirangkum dalam satu tulisan singkat. Malam-malam gila ketika pulang dari Nav jam 2 pagi, nongkrong di KFC sampai subuh, sampai menjelajahi ruang-ruang cerita yang sangat emosional mengenai orang-orang yang dulu kami anggap sahabat. Semuanya perlahan tumbuh menjadi bagian keseluruhan cerita persahabatan saya dengan dia.

2012, ini berarti ulang tahunmu yang ke 7. Bulan kabisat yang konon katanya orang yang lahir di tanggal 29 Februari selalu menjadi sosok yang istimewa. Selamat ulang tahun bussu, semua kebaikan selalu menyertaimu.

You may also like

3 Comments

  1. wew,,,ada nama fithratuddin disini….
    BalG, baca2 tulisanmu smakin ngefans ka ma dirimu….ntah, kagum skali sama org yg pinter nulis….haha, nda sia2 dididik ma p’ kamaruddin (isn’t he???) guru b.indo yg jago karate ^^

Leave a Reply