Reality bites : galau sekolahan.

Hai halo XD, galau itu dimana-mana emang tidak enak yah. (tiba-tiba datang dan curhat).

Setelah masa 6 bulan Pre-Departure Training yang dilalui dengan penuh perjuangan bersama The Class of Anarchy di dua tempat yang berbeda, sekarang persiapan sekolahnya memasuki fase yang baru, harap-harap cemas akan diterima dimana!

Rupanya banyak orang yang salah paham, berpikir bahwa setelah menerima program beasiswa saya hanya tinggal mengikuti training persiapan selama 6 bulan dan voila! Semuanya beres. Tinggal memilih kampus yang diinginkan. Meh! Maunya sih juga begitu tapi, ternyata realita selalu mengatakan lain XD.

Foto oleh Maria Sjödin
Foto Stockholm oleh Maria Sjödin

Saya masih ingat rasanya pontang-panting mendaftar universitas di bulan Januari (transkrip nilainya mana! Statement of purposenya mana! Grading nilainya mana!). Deadline beberapa universitas di Eropa adalah 15 dan 31 Januari. 3 universitas yang saya incar adalah Stockholm, Goethenburg dan Helsinki. Sebenarnya dulu saya memilih Helsinki sebagai prioritas, dengan major Global Media Communication, tapi gak mungkin berperang hanya dengan 1 pilihan. Jadilah tambahan 2 area di Swedia itu.

Masalahnya adalah.

Pengumumannya ternyata tidak bersamaan.

Hoaah. *tarik napas dulu*

Setelah menunggu 7 purnama dan beberapa kali sesi banjir di Jakarta, maka selesailah program PDT dan episode mengejar busway ke Tosari. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu dan berdoa. Pengumuman kelulusan untuk wilayah Swedia adalah tanggal 27 Maret dan wilayah Finlandia adalah pertengahan sampai akhir April.

Sekali lagi Tuhan memang baik. Setelah tidak tidur sehari semalam dengan frekuensi makan yang sangat berlebihan *toyor perut*, tanggal 27 tiba! Setelah secara sporadis mengecek website University Admission, Alhamdulillah! Saya termasuk dalam daftar Admitted sebagai mahasiswa baru walaupun belum Unconditional. Bukan di Waiting List atau Rejected.

Foto Helsinki via http://hdwallpapers.com
Foto Helsinki via http://hdwallpapers.com

Persoalan baru dimulai sekarang. Bahkan untuk mendaftar universitas pun disertai dengan deramah. Saya sendiri gambling, apa mau mengambil Stockholm University atau menunggu pengumuman dari Helsinki. Batas waktu dari Stockholm hanya sampai tanggal 10, termasuk pembayaran untuk Tuition Fee, dan masuk untuk putaran kedua (ini memangnya arena perang? Ada ronde duanya?) Well, bingung.

Sebenarnya kalau menurut keinginan pribadi, saya hendak bermain aman. Daripada menunggu kepastian (dari kamu) yang belum jelas. Tapi kalau mengingat kembali proses pendaftaran di Helsinki (yang membuat saya dua kali balik ke Makassar urus dokumen), semuanya kembali ke ego. Dengan semua tantangan yang sulit itu, apa saya berhasil melaluinya atau tidak.

Bagaimana membuat galau berkurang? Selama beberapa hari saya akhirnya membuat perbandingan antara hidup di Stockholm dan Helsinki. Berapa biaya hidup yang diperlukan selama sebulan (sama-sama mahal!), mata kuliah dan kemungkinan survive, serta tentu saja lokasi wisata yang bisa dijangkau selama sekolah (tujuan utamanya lah!). Brainstorming dengan beberapa orang justru menghasilkan pendapat yang berbeda-beda. Tapi dominan mengatakan untuk menyelamatkan posisi dulu. Siapa tahu memang rejekinya di Stockholm. Kalau tanta Anna sendiri berkata,

“dua-duanya baik kok. Tetapkan hati saja dan urus dokumennya langsung”

Hahaha. Jadi kemana kita akan melangkah? Stockholm atau Helsinki? *crossfinger*

You may also like

5 Comments

Leave a Reply