Ikut kelas Hip-Hop itu…

Ketika ditawari seorang teman untuk ikut trial di kelas Hip-Hop, saya sempat berpikir 2 kali. Bukannya apa, badan segede-gede beruang akan ikut street dance seperti di film-film? Tapi berbekal pengalaman flash-mob (dengan lagu Lady GaGa) dan keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru, maka tantangan itu saya iyakan. Hasilnya?

Image by nytimes.com
Image by nytimes.com

Saya hanya bisa berdecak kagum selama kelas berlangsung. Sambil terus mengingat dan membayangkan seberapa sering Dian—sang instruktur—latihan. Dengan telaten dia mengajari kami—untungnya bukan hanya saya saja yang newbie! Ha!—satu persatu gerakan. Total ada 6 kombinasi yang dipelajari kemarin, dan saya hanya bisa mengikuti sampai kombinasi ke-4!

Hitungan yang ada pada Hip-Hop berdasarkan pada prinsip kerja otak kanan dan otak kiri. Melatih kreatif dan koordinasi sekaligus. Ketika yang lain sudah di gerakan ke 7, saya masih mengupayakan kaki melangkah dengan benar. Semuanya sudah di kombinasi ke-2, saya malah membayangkan beat lagu yang digunakan dan menyesuaikan gerakan tangan. Betul-betul membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi.

Sebenarnya latihan ini sangat berguna. Seperti Sudoku, gerakan Hip-Hop melatih otak untuk seimbang, fokus, dan percaya pada kelenturan tubuh. Cuma, karena ini kelas pertama, rasa grogi masih lebih mendominasi. Belum lagi beberapa orang yang sepertinya sudah ahli dan dicurigai sebagai back-dancer Agnezmo membuat semangat agak drop. Tempo lagu yang medium memaksa kita untuk menahan diri mengikuti alur, dan menselaraskan gerakan.

Sementara saya ketika street-dance lebih seringnya random dan bergerak semaunya. Terima kasih untuk Diplo dan Skillrex untuk ini.

Ketika membayangkan porsi latihan para penari latar yang sering muncul di acara-acara televisi atau konser musik, maka saya memberikan salut yang luar biasa. Dibutuhkan dedikasi yang tinggi untuk melakukan hal yang sama terus menerus, menyamakan persepsi dengan satu tim, dan menghapal semua gerakan. Belum lagi kalau ada banyak kombinasi lagu dan tema, alamakjang! Ini bukan profesi yang boleh dianggap enteng!

Tapi sepertinya belum banyak yang menyadari dan menghargai profesi ini. Padahal mereka adalah satu konsep penting pendukung acara. Street-dance masih dianggap sebagai hobi, semata-mata untuk menyalurkan hasrat untuk bergerak. Sementara saya? Masih berpikir-pikir untuk ikut kelas ke-2. Hip-Hop sepertinya bukan untuk saya!

Ini adalah salah satu adegan dari flash-mob dance dari film Step Up yang sangat keren.

 

*salam goyang koplo*

You may also like

1 Comment

  1. Entah kenapa setuju sekaliiii……. :'(
    Saya juga prnah ikut kelompok dance genre hip-hop dan modern.. Awalnya excited, eeehhh….makin lama kenapa itu gerakan susahnya jadi pake minta ampun.. -_-‘

Leave a Reply