Agustus!

Saya setuju pada mereka yang mengatakan bahwa selalu ada semangat yang baru menyambut awal bulan. Bukan hanya tentang gaji yang masuk ke rekening, tetapi lebih kepada spirit sesuatu yang baru layak untuk diperjuangkan lebih. Mengejar target yang ada. Kalau diri sendiri tidak memasang target, akan apa jadinya hidup kemudian?

Tapi mengenai target dan mimpi, saya selalu bercermin dan melihat seseorang yang lahir di awal Agustus. Ada begitu banyak cinta untuknya, ada begitu banyak imaji yang tertuang dikepalanya. Sehingga pun ketika kau bertolak di teras imajinya, hanya akan kautemukan beberapa keajaiban yang mengalir dari tangan perempuan ini.

Merunut kebelakang berdasarkan angka dan statistik, saya mengenalnya 8 tahun yang lalu. Menjadi teman seangkatan di kampus kurang lebih 5 tahun. Selama 9 semester inilah dia tidak berhenti menjadi role model bagi saya dan seluruh rusher. Dia memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Ajak dia berdiskusi tentang apa saja, maka dia akan meladenimu dengan semua ilmu yang dia punya.

Dalam satu kesempatan bertemu di Pesta Blogger Tahun 2010

Dia mafhum tentang jurnalistik. Dia fasih memaparkan teori. Tapi jangan mengira dia akan begitu angkuh. Sayalah, yang dulu terkadang begitu sederhana dan polos (haha!) dalam mengikuti mata kuliah begitu sering bertanya kepadanya. Meminta bantuan untuk tugas ini itu, tanpa dia memandang rendah ketidaktahuanku. Kerjasama ini berlangsung sampai berkongsi dalam setiap mid atau final semester.

“Masih ingat kejahatan kita di kelas statistik?”

Saya selalu percaya dia memiliki sejuta mimpi di kepalanya. Melihat seluruh dunia dengan mata kepalanya sendiri. Sering dia berkeliling dan mengajak kita masuk kedalam dunia dongeng yang luruh hadir dalam setiap penggalan kata-katanya. Saya seperti kembali ke masa kanak-kanak membaca semua cerpen-cerpennya. Yakinlah dia bisa sebesar Enid Blyton atau Jane Anderson nantinya. Sama seperti juga mimpinya untuk bertemu sang ratu Supernova. Dia tahu apa mimpinya, dia menjalani semua itu.

Agustus berarti merdeka. Jadi sudah merdekakah mimpi kita untuk melanglang buana? Ataukah kita hanya sekian banyak manusia yang terus bersitatap dengan tempat yang sama, terus mengingat mimpi yang sama.

Sepertinya hal ini tidak berlaku untuknya. 2 tahun yang lalu dia menikah, melanjutkan mimpinya ke dunia yang lain. Keajaiban apa lagi yang menunggu seseorang ketika dia melahirkan seorang bayi cantik di tanggal yang sama dengan kelahirannya?

Dalam beberapa hari dia akan bertolak ke negeri Paman Sam. Menjumpai kekasih hatinya. Menjumpai satu dari beberapa petualangan yang menunggunya. Agustus selalu menjadi bulan yang istimewa. Selamat hari lahir, Dwi Agustriani dan Ara. Banyak cinta untuk kalian.

You may also like

Leave a Reply