Monday Jazz Round-up

Hari yang panjang, presentasi yang berantakan, materi final tinggal seminggu lagi. Bagaimana cara menutup hari? Tentu saja dengan suguhan musik jazz yang memikat.

Fasching Entrance
Fasching Entrance

Senin adalah hari yang panjang. Begitu pula senin yang lalu. Dengan 4 mata kuliah, serentak di hari yang sama. Setelah kelas selesai, saya bersama Maddy dan Anni-Amelia berencana untuk mengitari bagian selatan kota. Tidak sengaja saya mendengar mereka bercerita tentang masjid dan kawasan muslim di kota, saya kemudian bertanya dan minta sekalian diantar. 😀

Maddy dan Anni-Amelia adalah kawan sekelas saya di Media and Communication studies. Begitu aneh cara reaksi pertemanan mencari tipe yang sejenis. Dalam sesi nongkrong ganteng, kami mulai membahas lintas cultural, paham modernitas dan feminisme ala beyonce, dan sistem politik Swedia dan Finlandia. Kemudian bergabunglah Hal, teman sekelas yang lebih senang bolos. Percakapan makin absurd, berlanjut tentang konsep jenis kelamin ketiga dan kebebasan individu.

*saya merindukan percakapan normal ala gossip komunitas :|*

Malam baru beranjak pukul 8, dan perbincangan kami semakin seru. Setelah memutuskan mereka tidak terlalu mabuk –ya, nongkrong ganteng berarti nge-bir bagi mereka—kami memutuskan berpindah lokasi. Seorang teman Hal, baru datang dari Jerman. Dia seorang pemain contra-bass dan mengajak kami untuk mengunjungi sebuah klab bernuansa jazz.

It’s a yes!

fascing-4

fascing-6

Fasching, yang terletak di Kungsgatan 63 menawarkan sebuah sensasi tersendiri. Masuk ke dalam, kita akan melihat sebuah piano dan seperangkat alat musik di atas panggung. Rupanya malam itu konsernya telah selesai dan menyisakan jamming session di antara pengunjung. Setelah menemukan tempat duduk, kami bersiap menyaksikan aura jazz yang kental.

Seketika saya tertarik dalam bayangan album Ken Hirai, dengan suasana tahun 80 an, dengan bayangan para kalangan aristokrat, menyesap wine sambil berbicara dengan para kolega.

Well, tidak ada salahnya bermimpi bukan? Yang jelas, malam itu adalah salah satu malam terbaik. Dimana kami menyaksikan beberapa pertunjukan yang menarik. Tentu saja, Fashing menjadi salah satu rute utama yang masuk dalam daftar tujuan wajib!

fascing-7

fascing-5

Dari website resmi mereka, ternyata Fasching adalah sebuah tempat yang sudah sedemikian terkenal regular melakukan pertunjukan jazz. Kita bisa makan malam, dilanjutkan melihat penampilan jazz setiap malamnya. Gak berani bertanya harga, tapi kata Maddy, berkisar 200 sampai 300 SEK per orang. Kalau tidak ingin makan berat—karena masalah ongkos—bisa memesan minum saja. Mulai dari bir sampai wine dan sampanye. Jangan tanya saya, karena saya Cuma pesan cola! *burp*

fascing-2

fascing-1

Dari poster yang terpampang di dekat pintu masuk, jelas saja tempat ini merupakan tempat para penggila jazz. Lebih banyak artis yang tidak terdeteksi oleh radar mainstream, tapi kualitas mereka telah teruji. Bahkan You sun Nah juga pernah melakukan pentas di Fascing!

Saatnya berhenti untuk memikirkan hari Senin, mari nikmati suguhan jazz sambil menunggu Stockholm Jazz Festival bulan depan!

You may also like

Leave a Reply