#2011 Top 6 Album

Bisa dikatakan bahwa tahun 2011 merupakan tahun para penyanyi wanita bertahta di industri musik. Tidak sedikit nama yang menasbihkan nama mereka duduk di chart Billboard Top 100 tahun ini. Tidak hanya satu single, bahkan Katy Perry sukses menempatkan 5 lagu dari album yang sama di posisi puncak! Majalah Rolling Stones pun mengakui ini. Era kebangkitan girl power?

Inilah beberapa album yang sangat mencuri perhatian (setidaknya menurut saya) dan tidak akan pernah bosan terputar lagi dan lagi.

6. Ed Sheeran – + (Plus)

Bisa jadi tahun 2011 ekpansi musik Inggris berjaya. Beberapa nama mampu menembus industri musik Amerika dan menjadi perhatian. Salah satunya penyanyi kelahiran tahun 1991 ini. Debut singlenya The A Team debut di posisi 3 di chart UK. Kemampuan bermain gitarnya tidak boleh dianggap remeh dan menjadi kekuatan terbesar serta mendominasi album +.

Seperti menyambut kelahiran penerus Damien Rice dalam menghadirkan lagu galau. Mengintip sedikit karirnya, hanya bakat yang berbicara. Tahun 2009 di bermain di 312 gig setelah membaca artikel bahwa James Morrison sedikitnya bermain di 200 gig selama setahun. Dia berniat mengalahkannya! The A Team dan Lego House hanya sedikit contoh bagaimana sample musiknya. Tahun depan akan banyak penampilan menarik dari pemuda berambut merah ini.

5. Duffy – Endlessly

Lepas dari image kesuksesan album Rockferry sepertinya susah untuk Duffy. Dengan karakter vokal yang sedikit sengau dan nuansa jazz yang kental di album kedua, ternyata ekspektasinya gagal. Albumnya flop dan jeblok di pasaran. Banyak orang mengernyitkan dahi kala mendengar single Well, Well, Well yang didapuk menjadi single andalan.
Padahal Duffy hanya ingin bermain di luar batas. Menurut saya pribadi, Endlessly menjadi album paling galau di tahun 2011. Kedigdayaannya dalam menulis lirik sendu bisa dilihat dalam 10 track di album ini. Mulai dari Hard For The Heart, Breathaway, sampai Endlessly. Apakah soundnya yang membuat vokal Duffy terdengar lebih tua? Tetapi itulah jualan utamanya dan saya menyukainya.

4. Cee Lo Green – Lady Killer

Sebenarnya album Lady Killer dirilis tahun 2010. Pun lagu F**k You menang di Grammy tahun ini. Tapi versi repackage nya dibuat ulang karena semua orang tidak akan pernah bosan mendengar suara Cee Lo Green. Ada sesuatu yang nyeleneh, sarkas tapi menohok dalam setiap lirik lagunya. Semua dijabarkan dengan frontal, termasuk dalam single Anyway.
Tahun 2011 pamor Cee Lo Green memuncak. Bersama Adam Levine, Blake Shelton, dan Christina Aguilera tampil sebagai mentor di ajang The Voice. Album Lady Killer pun tak kalah menawarkan pamor-pamor dari artis yang patut diperhitungkan di tahun-tahun mendatang seperti Wiz Khalifa atau Melanie Fiona.

3. Tony Bennet – Duets

Katakanlah salah satu artis senior yang rajin merilis album, maka nama Tony Bennet masuk dalam jajaran nama tersebut. Di usianya yang sudah terbilang super senior dia tidak ragu untuk merilis album dan bekerja sama dengan banyak nama tenar dan besar di industri musik. Sebut saja John Mayer, Lady GaGa sampai mendiang Amy Winehouse menjadi lawan tandemnya untuk berduet.

Tidak hanya dari dataran mainstream saja, vokal Andrea Bocelli bisa dinikmati di Stangers in Paradise, sampai sesama super senior, Aretha Franklin dalam track How Do You Keep The Music Playing. Terdengar tua? Hilangkan imaji itu karena nuansa jazz yang ditawarkan sepanjang album betul-betul memikat untuk dinikmati siapa saja.

2. Amy Winehouse – Lioness : Hidden Treasures

Beberapa bulan setelah kepergiannya yang mendadak masih menyisakan duka yang teramat dalam bagi para penggemar Amy Winehouse. Tahun ini bisa jadi merupakan tahun penuh emosi karena dari semua drama yang ada, dia telah berhasil mengatasi semuanya dan siap berkarya lagi. Lioness sendiri tak ada ubahnya sebuah memoir untuk mengenang wanita dengan vokal khasnya.

Beberapa lagu merupakan bentuk lain dengan aransemen baru. Sebut saja Wake Up Alone, Valerie sampai Will You Still Love Me Tomorrow. Ada yang spesial? Track The Girl From Ipanema merupakan track original yang direkam Amy ketika berusia 16 tahun. Sebuah album koleksi yang menggambarkan betapa semua orang kehilangan. Salut untuk Salaam Remi dan Mark Ronson yang telah menjadi produser album ini.

1. Adele – 21

Inilah album yang paling banyak terputar di playlistku selama setahun penuh. Saya orang yang penuh drama dan album 21 menawarkan itu semua. Menawarkan Roller Coaster emosi tentang hubungan yang telah selesai dan harus diselesaikan. Perasaan nyaman ketika kita belum mau move on tergambar di I’ll Be Waiting, ratapan nan sendu di Don’t You Remember atau Turning Tables sampai ratapan serapah yang terderap dengan penuh amarah di Rumour Has It serta Rolling In The Deep. This century is belong to her.

6 nominasi Grammy Award, sukses membius Amerika dan menasbihkan menjadi ratu baru di industri musik Inggris. Ada yang terlupa? Oh iya, siapa yang tidak tertohok mendengarkan Someone Like You? Inilah bukti kekuatan lirik dan cara bernyanyi Adele yang patut menjadi juara. Salute!

You may also like

3 Comments

Leave a Reply