The Avengers; eksekusi komikal yang seru!

Ekspektasi saya naik turun ketika menyaksikan parade superhero jebolan Marvel. Thor ternyata lebih keren daripada Captain America. Belum lagi Hulk yang akan diperankan oleh aktor yang berbeda untuk ketiga kalinya. Lantas apa yang disisakan untuk menikmati The Avengers?

Tidak ada yang bisa menepis bahwa tokoh Thor (Chris Hemsworth), Captain America (Chris Evans), Iron Man (Robert Downey Jr), Black Widow (Scarlett Johanson), Hawk Eye (Jeremy Renner), Hulk (Mark Ruffalo) bahkan Nick Fury (Samuel L. Jackson) mempunyai pamor yang besar. Jadinya menggabungkan mereka dalam satu proyek ambisius sepertinya membawa ketakutan tersendiri. Bagaimana kalau porsi setiap tokoh tidak sama? Bagaimana kalau jadi menonton film ini menjadi sesuatu yang berat? Tidak tahu fokus ke tokoh siapa.

Rapat besar para superhero

Beruntunglah kemudian tokoh Loki (Tom Hiddleston) mengambil titik sentral permasalahan tersebut. Setelah jatuh kedalam black hole di film Thor, Loki kembali. Tentu saja dengan tujuan utama adalah menguasai dunia dan menciptakan sebuah sistem pemerintahan yang baru. Loki adalah tokoh narsis yang beranggapan seluruh dunia harus berpusat kepadanya. Termasuk manusia yang tidak memiliki kemampuan apa-apa.

Ancaman kemudian menjadi besar ketika Tessaract, kapsul energi yang berasal dari dunia Thor ditemukan Loki. Apa yang direncanakannya? Pastilah sesuatu yang sangat buruk. Hal inilah yang kemudian diendus oleh Nick Fury selaku pimpinan S.H.I.E.L.D, organisasi yang bertujuan untuk menyelamatkan dunia dari semua ancaman. Jadilah dia mencari semua superhero mulai dari Black Widow, Captain America, Hulk, dan Iron Man.

“I don’t want to join in your boyband” ~ Iron Man to Nick Fury

Yeap, Robert Downey Jr. Sepertinya menguasai banyak punch line di film ini. Tokoh Tony Stark yang sinis, lucu, terkadang membawa banyak senyum kala dia menunjukkan sarkasmenya. Korban favorit tentu saja Captain America. Salah satu pertengkaran paling gila ketika Nick Fury ditemukan akan menggunakan Tesseract sebagai alat pemusnah massal. Thor mulai marah. Dia berniat untuk membawa Loki kembali ke dunianya.

Poster The Avengers versi Fan Art

Perjalanan menyatukan seluruh karakter besar inilah yang menarik untuk diikuti. Ditambah lagi adegan-adegan gadget, suit, dan dunia superhero yang sangat memanjakan mata. Semuanya diramu dengan baik oleh Sutradara Joss Whedon. Apakah film ini hanya tentang teknologi saja?

Inilah keistimewaan The Avengers yang tidak bisa terlepas. Aspek emosi seluruh karakter bisa tergambarkan dengan jelas. Bagaimana tokoh dr. Bruce sengaja menghindar dari publisitas untuk meredakan amarah Hulk, bagaimana kompleksitas hubungan antara Thor dan Loki, sampai pada emosi Black Widow tentang masa lalunya sebelum bergabung dengan S.H.I.E.L.D. semuanya teramu dengan pas.

“Love is only for child. Don’t ruin it” ~ Black Widow to Loki.

Adegan komikal juga tidak lepas dari seluruh aksi para superhero ini. Banyak jokes ala panel komik yang ditampilkan sesuai dengan aslinya. Ketika sedang tegang, tiba-tiba hadir kekonyolan yang bisa sedikit meredakan adrenaline. Seperti “bro fist” antara Hulk dan Thor, ataukah ketika Nick Fury tentang niatnya menyatukan para superhero.

Apalagi yang bisa dinikmati selama 143 menit penayangan film ini? Bagi para penikmat superhero, film ini memberikan satu kepuasan tersendiri. Karena eksekusi yang tepat dengan bagian-bagian para ensemble yang pas. Bagaimana kerjasama para superhero ini melawan para alien. Semuanya tersaji dalam satu paket lengkap.

Hawkeye!

Siapa tokoh superhero favoritmu? Pilihan saya jatuh kepada Hawkeye!

You may also like

1 Comment

  1. film ini jadi bagus karena ternyata kita tetap bisa menikmati ceritanya meskipun part masing2 film drmn superheronya berasal kita gak nonton, saya gak nonton captain america soalnya ._.
    favorit saya tetap Hulk, maupun versi dr.Banner nya, lucu aja dibanding Iron Man-nya.hahahahah…
    oh ya, CMIIW, adegan pas selesai credit titlenya itu, Hell Boy bukan ya?

Leave a Reply