About Time; tentang menikmati hidup dan semua konteksnya.

It’s too good to be true, bahwa tidak semua hal bisa berakhir bahagia. Ada beberapa hal pahit yang harus dilalui, luka yang harus dijalani, semuanya akan berjalan berdampingan dengan semua peristiwa-peristiwa manis yang membuat utuh sebuah kehidupan. Ketika kita bisa memperbaiki sesuatu hal di masa lalu, apakah kau akan mengambil kesempatan untuk melakukannya?

image via theguardian.com
image via theguardian.com

Premis film About Time sangat sederhana sebenarnya. Ketika berkaitan dengan peristiwa dan efek kuantum, semua hal berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Tim Lake (Domnhall Gleeson) seperti ayahnya (Bill Nighy) dan kakeknya dan buyutnya adalah orang-orang yang diberi kemampuan untuk menjelajah waktu dengan beberapa syarat. Ayah Tim memilih untuk membaca semua buku yang bisa ditemuinya, sedangkan pilihan Tim adalah untuk menemukan apa yang disebutnya sebagai love-of-my-life.

Ketika bertemu dengan Mary (Rachel McAdams), disinilah perjalanan dan kompleksitas time-travel mulai berlangsung seru. Ternyata pertemuannya dengan Mary tidak pernah terjadi dalam sebuah kencan buta karena harus menyelamatkan pertunjukan teater sahabat ayahnya. Dia kemudian berusaha mencari Mary, masuk kedalam hidupnya dan menemukan beberapa fakta baru yang akan membuatnya kembali lagi ke masa lalu untuk memperbaiki sesuatu.

As things goes right, disinilah beberapa syarat time travel mulai terasa janggal dan menakutkan. Sebuah kecelakaan menimpa Kit-Kat, sang adik dalam perjalanan ke pesta ulang tahun anaknya. Dia “memperbaiki” sesuatu di masa lalu dan ternyata menemukan anaknya berubah. Syarat perjalanan waktu adalah kau tidak bisa melewati masa kelahiran seorang anak, karena dia akan tergantikan dengan kemungkinan baru. Siapa yang akan kaupilih, menyelamatkan seseorang atau tumbuh bersama anak yang tidak kau kenal?

Beberapa orang mungkin akan terasa familiar dengan pilihan ini. Ketika menyadari ada momen-momen tertentu di masa lalu yang ingin kita ketahui “alternatif” jalan ceritanya. Apa yang akan terjadi ketika saya memilih A ketimbang B? Apakah saya tetap orang yang sama? Apakah lingkungan tidak akan berubah? Sebuah pemikiran yang menarik dan menyeramkan disaat yang bersamaan.

Ketika Ayah Tim diketahui mengidap kanker, semua orang shock. Tim hanya bertanya kenapa sang ayah tidak berjalan kembali untuk memperbaiki (setelah mengetahui diagnosanya). Inilah salah satu inti film yang sangat saya benci tapi suka. Tentang hubungan ayah dan anak, serta tentang kenangan yang berada di dalamnya. Setelah ayahnya meninggal, dia kerap berkunjung ke masa lalu dan berinteraksi dengannya, sampai akhirnya Mary memutuskan untuk memiliki anak lagi.

Disinilah dia mengerti keputusan ayahnya untuk berpikir bahwa terkadang ada beberapa hal yang tidak perlu diperbaiki, untuk menjamin dan memastikan ada kehidupan lain yang sedang berlangsung.

image via huffingtonpost.com
image via huffingtonpost.com

Terdengar dan terlihat cheesy dan mudah tertebak? Hilangkan dulu logika ketika menikmati film ini. Semua orang tahu mengenai konsensus sebab-akibat, tapi silahkan nikmati pemandangan Cornwall yang sangat indah, keluarga Lake yang sangat “aneh” tapi menyenangkan, soundtrack penuh kejutan (wajib dikoleksi!) dan pikiran tentang semua kemungkinan pilihan-pilihan yang bisa kau ulang di masa lalu.

Yeah, hidup ini tetap menyenangkan, dengan semua pelajarannya sendiri.

Every now and then life says
Where do you think you’re going so fast
We’re apt to think it cruel but sometimes
It’s a case of cruel to be kind

(Ron Sexsmith – Gold In Them Hills)

You may also like

1 Comment

Leave a Reply