Menikmati suasana cozy ala AIMS’ Cafe.

Memasuki hari keempat lebaran, biasanya ajakan untuk halal bi halal sudah ramai berdatangan. Untuk mereka yang tidak mau repot, memilih tempat yang lokasinya terjangkau dan harga yang bersahabat tentu saja menjadi pertimbangan utama. Dari sekian banyak kafe dan gerai kopi yang hadir di Makassar, AIMS’ Cafe hadir dengan suasana berbeda.

Kesan pertama ketika memasuki kafe yang terletak di bilangan jalan Ratulangi no. 82 D adalah suasana chick yang tenang. Dengan deretan sofa yang tampak sangat nyaman serta meja barista yang nampak mencolok dari depan, menjadikan saya yakin dengan tempat ini.

”Kopinya pasti enak!”, dalam hati saya berujar. Maklum saja, hampir sebulan asupan kopi saya lumayan tidak teratur. Maka jadilah hari itu saya mengincar varian kopi yang ditawarkan oleh barista.

Setelah bertemu dengan Alfu, satu persatu teman Blogger Makassar, AngingMammiri berdatangan. Sambil bercerita tentang bagaimana kemacetan Makassar menjelang buka puasa, kami serentak meyakini bahwa akses AIMS’ Cafe yang terletak di jalan besar memudahkan semua orang. Belum lagi kalau memikirkan masuk mall dan berurusan dengan parkiran, pasti tidak ada yang mau seribet itu.

Bagaimana dengan menunya? Pilihan yang sangat beragam hadir untuk menemani orang-orang yang ingin nongkrong ataupun hanya datang untuk membaca. Sajian mie kering sampai nachos adalah gambaran bagaimana bervariasinya makanan di AIMS’ Cafe. Saya sendiri memesan nachos, karena selepas temu kemarin, saya harus lanjut makan malam di rumah ibu. Pikiran saya nachosnya akan porsi standar, cocoklah untuk ngemil-ngemil lucu. Ternyata ekspektasi saya salah! Porsi yang hadir cukup untuk makan bertiga. Hahaha. Jadilah nachos itu dimakan beramai-ramai. Satu nilai plus lagi selain porsinya yang besar, toppingnya sangat enak! Saus bolognaise berpadu lembut dengan potongan daging kecil dan lumeran keju yang sangat melimpah. Terpujilah makanan ini!

Nachos :9

Selain nachos yang datang dalam porsi yang tidak disangka, saya melirik mie kering pesanan Alfu dan mie tek-tek pesanan Qiah. Semuanya porsi besar. Jadi kalau memang ingin nongkrong rame-rame, bisa memesan beberapa jenis makanan kemudian menjadi sistem potluck. Semua senang, semua kenyang. 😀

Suasana kafe beranjak semakin ramai. Maklum saja, waktu berbuka puasa semakin dekat. Ketika berbicara dengan Kak Echy, sang pemilik kafe, lantai 1 cukup untuk menampung sampai 50 orang. Biasanya mereka sudah reservasi terlebih dahulu karena peminat kafe ini sangat banyak. Kalau ingin ruang yang lebih privat, tersedia ruangan tersendiri di lantai 2. Kelak ruangan ini juga sudah dilengkapi dengan sistem suara yang menunjang kalau ingin melakukan presentasi atau pertemuan-pertemuan kecil. Berarti Tudang Sipulung AngingMammiri juga bisa dilakukan di kafe ini.

Waktu operasional AIMS cafe sendiri dimulai pukul 9 pagi. Hari senin sampai sabtu. Artinya untuk anda yang membutuhkan asupan kafein sedini mungkin bisa melipir kesini. Saya sendiri mencoba moccachino panas sebagai teman makan nachos. Rasanya sangat enak! Kombinasi kopi dan cokelat yang seimbang membuat minuman ini terasa ringan di mulut. Selain itu saya juga berkesempatan untuk mencoba Green Tea Latte pesanan Kak Anchu (yang kemudian pamit duluan. Yay!) dan rasanya sangat enak! Tidak gampang meracik matcha yang menjadi bahan dasar latte. Bisa jadi kebanyakan sehingga pahit, atau kemanisan karena kebanyakan gula. Pernyataan ini juga diamini oleh Sheila, teman kontributor di CreativeDisc. Dia memesan Ice Green Latte dan mukanya tampak girang karena kesenangan.

Percakapan saya dengan Sheila kemudian berlanjut membahas betapa membludaknya konsep kafe dan gerai kopi di Makassar. Tentu saja ini sebagai bukti bahwa Makassar pun tidak kalah jauh dengan Jakarta. Tapi ya itu, setiap tempat harus mempunyai kekhasan sendiri sehingga membuatnya istimewa. Saya dan Sheila setuju bahwa kursi yang cozy mengundang kita untuk duduk berjam-jam. Belum lagi koleksi buku dalam rak yang melayang di tembok menjadi nilai tersendiri. Jadi kalau memang sedang jenuh dan butuh me-time, AIMS’ Cafe rasanya tempat yang tepat.

Rak buku yang melayang.
Pasukan berani kenyang.

Waktu beranjak cepat ketika sedang ngobrol seru dan ditemani makanan enak. Sayangnya saya harus pamit duluan karena sudah ada janji kerumah mace hari itu. Setelah foto-foto (tetap menjadi fitur utama), saya kemudian pamit ke teman-teman AngingMammiri. Satu yang pasti, kini tempat wajib untuk nongkrong, kencan, atau halal bi halal bertambah satu lagi. Silahkan masukkan AIMS’ Cafe didaftar favorit anda. Tuan beruang menjadi penjaminnya. 😀

***

*semua gambar diambil oleh Qiah.

You may also like

3 Comments

  1. Nachos bercitarasa kulit pangsit yang kriuk2, tapi siraman saos bolognese nya mantap ya Qo. Recommended banget ini nachos untuk snacking berdua sama si doi 😬😅.

Leave a Reply