Dear M; apa bacaanmu saat ini?

Halo M, kalau saya langsung bertanya, “How’s life” mungkin akan terasa sangat basi. Mengingat di perjumpaan terakhir, hampir dua jam kita menghabiskan cerita bersama pizza tuna melt kesenanganmu. Waktu itu tanpa salad, entah mengapa. Mungkin kamu bosan? Saya hanya berharap kamu tidak pernah bosan mendengar kabar dari saya, yang mungkin semakin jarang.

 

salah satu rak buku baru di bibliotek
salah satu rak buku baru di bibliotek

Akhir-akhir ini saya meluaskan genre bacaan. Beberapa orang selalu mengkritik bahwa buku pilihanku terlalu pop, terlalu metro (haha!), sebagai anak kekinian mana mungkin kita ketinggalan? Tapi perlahan rasa haus bacaan itu semakin menggila. Tempat yang serupa surga tapi harganya membuat kita jatuh miskin bukan hanya ACE Harware, tapi juga Kinokuniya dan Periplus.

Di Stockholm, satu tempat favorit saya namanya Bibliotek. Perpustakaan umum yang bisa diakses siapa saja. Kamu pasti sudah hapal dengan tingkah lakuku ketika bertemu dengan banyak buku bagus dan bisa dibaca kapan saja. Ada beberapa cabang Bibliotek yang tersebar di seluruh kota tapi lokasi favorit saya tetap di Kulturhuset. Semacam galeri seni yang terletak di alun-alun.

 

tempat favorit saya untuk membaca.
tempat favorit saya untuk membaca.

Tapi tahukah kau M bahwa bacaanku saat ini benar-benar berbeda? Kau pasti sudah bisa menebaknya. Karena kuliah yang benar-benar baru, jadilah saya membaca jurnal, text book dan potongan karya ilmiah lainnya. Saya yakin kau pasti sudah menertawakan saya, ketika harus berhadapan dengan McLuhan, Lina Dencik, dan masih banyak teori lainnya. Saya menganggapnya sebagai resiko M. Saya memilih jurusan yang benar-benar di luar zona nyaman, resikonya yah harus memulai dan membaca dari awal lagi.

Omong-omong tentang resiko, ternyata ada sesuatu yang diantarkan oleh Oktober kali ini. Kamu pasti tahu betapa spesialnya bulan Oktober. Tapi pelajaran tentang resiko yang diberikannya seperti ditampar oleh buku terakhir Harry Potter. Memberi kesadaran sejenak tentang langkah apa yang harus diambil selanjutnya. Selalu ini yang menjadi masalah kita yah, M?

 

i dare you.
i dare you.

Kita akan tertawa mengingat betapa seringnya kita berjudi dengan nasib dan terkadang menjadi sedikit naïf. Tapi itulah yang membuat kita menjadi manusiawi. Iya kan M? Dengan adanya resiko, kita bisa mengukur kemampuan, memikirkan bobot, bebet, bibitnya. Saya turut bersedih untuk kabar perjuanganmu yang terakhir. Resiko selalu ada. Tapi kesempatan yang lain masih terus terbuka. Semoga kau bisa mendapatkannya di bulan Desember. Kita berjanji akan bertemu di Praha kan?

 

sky is the limit.
sky is the limit.

90 menit lagi hari pertama di bulan Oktober akan selesai. Langkah saya hari ini sedikit gamang, M. Berjalan dan hanya berjalan. Sambil menahan dinginnya angin sore di sudut Kungsgatan, saya berusaha memikirkan semuanya. Resiko memang akan selalu ada. Tinggal bagaimana mensiasati dan menjadikannya sebagai tolakan untuk menjadi lebih baik. Seperti Eleanor yang memilih Park dengan semua konsekuensinya.

Apa kabarnya buku itu? Apakah mereka menjadi tokoh favoritmu? Rainbow Rowell penuh dengan kharisma dalam bercerita. Mudah-mudahan dia tidak menjadi John Green berikutnya dan menjadi euforia bagi semua kalangan hipster.

Selamat membaca lagi M. Mari melayangkan pikiran diantara ratusan huruf dan kalimat yang begitu sulit untuk dilepaskan, walaupun resikonya kita akan terlambat bangun esok harinya. Selamat tidur M.

nb : disini sudah musim gugur, nanti akan kukirimkan foto-foto pohon yang sedang berubah warna.

You may also like

1 Comment

Leave a Reply