Category Archives: Seputar Makassar

Yuk! Bertualang di pulau!

Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri.

***

Saya dulu sering ikut berpikir atau menjawab ketika di sebuah majalah atau tayangan televisi yang menanyakan pertanyaan berandai-andai.

“seandainya kamu terdampar di sebuah pulau, sebutkan 3 benda yang kau inginkan bersamamu”.

Pertanyaan ini kemudian berkembang menjadi imajinasi yang liar. Jawaban standar tentu saja adalah Handphone, Buku dan ipod. Haha, tidak ada survival kit, hanya peralatan seadanya untuk menikmati suasana pulau. Jadi terdampar, tapi dokumentasi (atau narsis) harus tetap jalan.

Pulau Kodingareng Keke

Pulau Kodingareng Keke

Ada banyak pulau yang bisa dijadikan destinasi untuk menghilang sejenak. Tidak usahlah membayangkan suasana pulau yang kosong dan tidak berpenduduk. Kecuali memang naluri untuk survive atau adu nyali begitu besar, maka beberapa pulau bisa pula ikut dijajal. Tapi tentu saja dengan peralatan yang memadai, karena bisa jadi bahan makanan tidak tersedia disana.

Jadi kita bisa bertualang kemana saja?

Continue reading

3 Comments

Filed under Catatan Perjalanan, Paccarita, Seputar Makassar

Catatan dari Makassar Choir Festival.

Saya selalu iri kepada mereka yang bisa membaca tangga nada dengan begitu mudahnya. Menyanyikan do re mi semudah membalikkan telapak tangan. Tidak usah bermimpi membaca not balok, membaca urutan partitur nada dalam angka pun saya sering belepotan. Apalagi ketika disuruh bersuara dengan nada yang konstan. Jatuh-jatuhnya malah fals. *uhuk*

Mungkin karena itu kita harus berterima kasih pada ruang-ruang karaoke yang telah menjadi saksi bisu. Ketika kamar mandi tidak lagi cukup luas untuk menyalurkan bakat yang tidak terselamatkan, maka ruang karaoke keluarga menjadi alat untuk latihan vokal yang ampuh.

Urusan cocok-cocokan nada, itu urusan belakangan. Yang penting nyanyi dulu!

Berawal dari karir sebagai atlit karaoke inilah saya kemudian berkenalan dengan tangga nada dan ikut paduan suara. Sebuah jebakan betmen yang tidak bisa dihindari. Dari situlah kemudian saya mengetahui tipe nada suara saya adalah tenor mengarah ke bass. Cuma masalah pembacaan nada saja yang kacau :P , tapi bukankah dalam hidup kita harus selalu mencoba pengalaman yang baru?

Sebenarnya tidak bisa mengambil gambar selama pertunjukan XD

Salah satu peserta di Makassar Choir Festival 2013. Sebenarnya tidak bisa mengambil gambar selama pertunjukan XD

Berbekal pengalaman menakjubkan itulah yang terus membuat saya kecanduan untuk bernyanyi dalam paduan suara. Walaupun kami hanya tampil 2 kali setahun, itupun hanya dalam gelaran internal kantor, saya tetap bangga. Ada rasa yang tidak terbayarkan ketika seluruh peserta yang mendengarkan, larut dalam kegembiraan tatkala medley lagu daerah dibawakan. Semua akan bernyanyi, semua akan tertawa. Sementara kami? Menikmati berada dalam spotlight!

Bisa jadi itu pula perasaan 10 peserta Makassar Choir Festival yang dihelat di Balai Manunggal 2 pekan lalu. Kenapa saya bisa nyasar di acara ini? Berbekal broadcast message dari seorang teman di hari sabtu, jadilah saya yang jomblo lokal kemudian berniat untuk nonton. Acara yang mestinya dimulai pukul 3 sore mesti agak ngaret sedikit karena, yah persoalan teknis –atau menunggu pejabat yang akan membuka acara—yang cukup mengganggu. Setelah sambutan ini itu dan seremonial pembukaan, acara resmi dimulai pukul 5 sore.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Musiclicious, Seputar Makassar

Funbike oh Funbike

Sepeda menjadi salah satu alternatif olahraga yang saya geluti sejak 2 tahun silam. Selain berenang, rasanya naik sepeda keliling kota Makassar memiliki sensasi tersendiri. Terkadang ada beberapa tempat yang terlewatkan ketika naik mobil atau motor, bisa terlihat dengan detail. Jadilah rute utama saya adalah cendrawasih – ratulangi – pantai – mall gtc sampai kembali kerumah.

Run bike, run!

Berkat usulan @lelakibugis yang merencanakan naik sepeda ke Ta’Deang, Maros, maka jadilah kami harus menempa stamina bersepeda (tsah). Mengingat rute yang akan kami tempuh nantinya mencapai 40 km. Funbike yang diadakan salah satu bank menjadi target kami selanjutnya. Lumayanlah niat olahraga keliling kota tercapai, ditambah ternyata hasil pembelian tiket funbike ini disumbangkan untuk pembangunan rumah ibadah di Makassar.

Jam 6 pagi saya sudah start dari rumah. Telat 10 menit dari perkiraan, karena di jadwal start dimulai pukul 6 tepat. Setelah mencapai lapangan Karebosi yang menjadi titik start dan finish, ternyata acara belum dimulai. Mc terus berkoar mengucapkan selamat datang, sambil saya terus menelpon dan mengsms partner in crime yang akan ikut funbike ini. Kenapa tidak mulai jam 6? Continue reading

1 Comment

Filed under Seputar Makassar

Petang

 

disuatu petang di Makassar.

masih adakah rejeki untuk mereka?

Leave a Comment

Filed under Seputar Makassar