5 hal yang paling dirindukan dari suasana Ramadhan di Indonesia.

Foto pisang ijo sampai reuni angkatan hanyalah 2 hal yang paling saya rindukan kala berpuasa di Stockholm. Siapa yang bisa menolak irisan pisang yang berpadu dengan aroma pandan, saus santan dan sirup DHT yang fenomenal itu? Saya hanya bisa mengurut dada dari belahan dunia yang sangat jauh dari Makassar.

radioholicz-ramadhan--1

Melewati pertengahan Ramadhan banyak perasaan yang bercampur aduk dalam dada. Makna Ramadhan tahun ini adalah tentang sebuah perjuangan ketika diri sendiri yang benar-benar yang bisa diandalkan. Tidak ada nyanyian kelompok ibu-ibu pengajian selepas adzan maghrib di televisi, pun tidak ada semrawut kota ketika jam 5 sore tiba. Hal-hal kecil seperti itulah yang membuat saya sangat rindu dengan suasana bulan puasa di Indonesia.

Continue Reading

Rainy Days and Mondays.

Since last night I mostly think about time. I don’t know why this thing bothers me again, except maybe I have to admit that 9 months already passed. I wish the first day of June will be sunny and nice, but you can’t predict what kind of weather that Stockholm offered to you. Today’s menu is rain with a little bit windy. Don’t ask me why, but the rain never fails to impress me.

Rainymondays-1

Rainymondays-11

“It’s not only you who need water, the flower and the plants need it too.”

That’s what Arne said this morning when we have our breakfast. Seems it’s not fair when you’re only hoping a sunny weather without giving the plants the one that they need. Water.

Continue Reading

Februari I’m in Love!

I wish I can. Well, sebenarnya salah satu resolusi tahun baru saya adalah berusaha untuk melihat dunia tidak sesinis dan sepahit itu lagi. Tapi apa mau dikata, penggalan lirik I know I have a fickle heart and bitterness. And a wandering eye and heaviness in my head sudah menjadi default di kepala. Saya berusaha untuk tetap mempercayai bahwa masih ada cinta di luar sana. Tsah.

radioholicz-fallinbooks

Tulisan ini sebenarnya lebih menjadi pengingat bagi diri sendiri. Setelah melihat postingan kak Aan mengenai fall in books, saya jadi ingat bahwa 4 bulan kebelakang rasanya saya hanya mampu menamatkan beberapa buku. Apakah buku teks dan jurnal harus dihitung? Kalau item tersebut juga dimasukkan dalam daftar bacaan, berarti jumlah buku yang saya baca semestinya tidaklah terlalu mengecewakan. Tapi mengulas Feminist Studies milik Lykke Like di blog sendiri, rasanya menjadi sangat aneh. Mengingat beberapa tahun kebelakang saya hanya membaca beberapa karya populer XD
Beberapa buku favorit saya beberapa bulan terakhir jatuh pada Black Comics dan Heroes in Pop Culture. Rasanya senang membaca konteks superhero dengan berbagai dimensi manusiawi dan mitologinya. Belum lagi ketika membahas konteks feminis dalam dunia superhero. Akhirnya jadi mengingat tugas kuliah semester lalu.

Anyway busway, saya berjanji pada diri sendiri untuk meluangkan waktu lebih banyak lagi untuk membaca beberapa buku diluar teks kuliah, sambil berusaha untuk menuliskan ulasan pendeknya. Buku yang sedang berusaha saya tamatkan sekarang adalah Gone Girl milik Gillian Finnigan yang fenomenal itu. I love you Amy Dunne!

Nick Dunne to her sister, Margo.
Nick Dunne to her sister, Margo.

Jadi apakah Februari penuh cinta juga untuk kalian? Mungkin dengan buku terlebih dahulu, tapi cerita selanjutnya tidak bisa diketahui kan? Saya menunggu waktu untuk bercerita di kedai buku bersamamu. Lagi 🙂

Continue Reading

Ribetnya masakan Indonesia (beserta 101 alasannya).

Ketika saya mengunggah foto Coto Makassar di salah satu akun media sosial, seorang teman lantas berkata, lah kalau seribet itu masakan Indonesia, kenapa kamu mau bersusah payah membuatnya? Jauh-jauh ke Stockholm hanya untuk belajar masak?

Saya hanya bisa tersenyum sepintas, malas untuk menanggapi komentar tersebut. Saya sendiri percaya bahwa makanan bisa menjadi obat anti homesick yang bisa tiba-tiba menyerang. Melihat foto coto, mie kering, bakso melintas setiap hari di timeline membuat saya hanya bisa mengurut dada. Tapi saya tidak pernah mengeluh, hanya memberi emoticon frown disertai patah hati yang besar. Hahaha, rasanya sama seperti ketika teman-teman saya melihat beraneka foto yang saya posting. You get some, you lose some.

Nasi, tumis wortel dan kol, ikan goreng, irisan mangga dan sambal mentah
Nasi, tumis wortel dan kol, ikan goreng, irisan mangga dan sambal mentah

Sebenarnya pasokan bahan makanan Asia tidaklah terlalu susah di Stockholm. Toko andalan saya, Hongkong Trading, belum pernah mengecewakan. Segala rupa ikan dan sayur melimpah ruah, mulai dari kangkung, kacang panjang, santan instan, tempe, dan pete! Tapi oh tapi, tentu saja berbagai macam bahan makanan tersebut juga harus ditebus dengan harga yang lumayan. Jadinya saya hanya bisa berpesta dan masak segala resep nusantara hanya sekali sebulan.

Continue Reading