Category Archives: Musiclicious

REWIND!

Rewind is now playing

Rewind is now playing

Ketika satu album bisa saja menjadi semacam kumpulan cerita di masa lalu, maka album apa yang akan kau pilih? Inilah tema besar dari REWIND yang dihelat di Kampung Buku, sabtu 13 April 2013. Acara yang dibuat untuk memperingati Record Store Day yang jatuh pada hari ini. Semua orang diundang untuk berbicara tentang album kenangannya masing-masing, sekaligus dengan membawa kaset tersebut.

Kaset? Yah, itulah mengapa namanya bertajuk REWIND. Siapa yang lupa bagaimana cara memutar kembali kaset untuk mendengarkan lagu favorit dalam sebuah album? Tidak dengan sistem skip track per track, seperti yang dilakukan sekarang ini. Hasilnya, terkumpullah hampir satu lemari kaset dari koleksi orang-orang yang datang, ditemani sejumlah cerita tentu saja.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Musiclicious

Adhitia Sofyan ~ How To Stop Time; album ketiga yang makin sempurna.

Kalau bisa dikatakan fans garis keras, mungkin saya sudah termasuk pada kategori itu ketika berbicara tentang musik yang ditawarkan oleh Adhitia Sofyan. Ketika mendengar kabar bahwa album ketiga, sesi bedroomnya akan segera dirilis, saya yang paling histeris. Kenapa? Saya menganggap bahwa 2 album terdahulu tidak pernah mengecewakan. Bagaimana dengan album How To Stop Time?

adhitiasofyan-howtostoptime

I wrote this album at times in my life where i think there’s just too many things going on, at night i often wish i knew how to stop time just to have a little rest from the world. But there were also times of joy that were going to fast that i also wish knew how to stop time from running all the time. ~ Adhitia Sofyan

Bagaimana rasanya ketika waktu berhenti? Seketika lagu-lagu dalam seluruh album ini bisa menghilangkan riuh dan menimbulkan jeda sejenak. Mendengarkan dia bertutur tentang Tokyo dan perumpamaan lampu yang memudar, sampai tentang janji yang tidak pernah tertepati.

Apakah lagu-lagunya masih bertemakan kegalauan? Continue reading

Leave a Comment

Filed under Musiclicious

Catatan dari Makassar Choir Festival.

Saya selalu iri kepada mereka yang bisa membaca tangga nada dengan begitu mudahnya. Menyanyikan do re mi semudah membalikkan telapak tangan. Tidak usah bermimpi membaca not balok, membaca urutan partitur nada dalam angka pun saya sering belepotan. Apalagi ketika disuruh bersuara dengan nada yang konstan. Jatuh-jatuhnya malah fals. *uhuk*

Mungkin karena itu kita harus berterima kasih pada ruang-ruang karaoke yang telah menjadi saksi bisu. Ketika kamar mandi tidak lagi cukup luas untuk menyalurkan bakat yang tidak terselamatkan, maka ruang karaoke keluarga menjadi alat untuk latihan vokal yang ampuh.

Urusan cocok-cocokan nada, itu urusan belakangan. Yang penting nyanyi dulu!

Berawal dari karir sebagai atlit karaoke inilah saya kemudian berkenalan dengan tangga nada dan ikut paduan suara. Sebuah jebakan betmen yang tidak bisa dihindari. Dari situlah kemudian saya mengetahui tipe nada suara saya adalah tenor mengarah ke bass. Cuma masalah pembacaan nada saja yang kacau :P , tapi bukankah dalam hidup kita harus selalu mencoba pengalaman yang baru?

Sebenarnya tidak bisa mengambil gambar selama pertunjukan XD

Salah satu peserta di Makassar Choir Festival 2013. Sebenarnya tidak bisa mengambil gambar selama pertunjukan XD

Berbekal pengalaman menakjubkan itulah yang terus membuat saya kecanduan untuk bernyanyi dalam paduan suara. Walaupun kami hanya tampil 2 kali setahun, itupun hanya dalam gelaran internal kantor, saya tetap bangga. Ada rasa yang tidak terbayarkan ketika seluruh peserta yang mendengarkan, larut dalam kegembiraan tatkala medley lagu daerah dibawakan. Semua akan bernyanyi, semua akan tertawa. Sementara kami? Menikmati berada dalam spotlight!

Bisa jadi itu pula perasaan 10 peserta Makassar Choir Festival yang dihelat di Balai Manunggal 2 pekan lalu. Kenapa saya bisa nyasar di acara ini? Berbekal broadcast message dari seorang teman di hari sabtu, jadilah saya yang jomblo lokal kemudian berniat untuk nonton. Acara yang mestinya dimulai pukul 3 sore mesti agak ngaret sedikit karena, yah persoalan teknis –atau menunggu pejabat yang akan membuka acara—yang cukup mengganggu. Setelah sambutan ini itu dan seremonial pembukaan, acara resmi dimulai pukul 5 sore.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Musiclicious, Seputar Makassar

The Truth About Love; blak-blakan tentang cinta (lagi)

“I felt like I was in this videogame and I collected all the gold coins and talismans you could collect — I had to either move to the next level or quit,” itulah yang dikatakan Pink dalam wawancaranya bersama Billboard selepas dia menjadi tajuk utama majalah tersebut dan tidak berapa lama kemudian album The Truth About Love melakukan debutnya di posisi 1. Suatu kebetulan?

Sama sekali bukan. Kita berbicara tentang konsistensi dan kerja keras yang sudah memasuki dekade kedua dari seorang Alicia Moore. 13 tahun berlalu ketika album Mizunderstood dirilis. Tetapi semangat pop-punk tidak hanya menjadi euforia, dan hal tersebut kemudian berlanjut sebagai benang merah album ini.

Image by http://www.billboard.com

Materi album yang terdengar penuh kemarahan, sarkasme yang terselubung, semuanya rapi dalam balutan musik yang terdengar semangat. Sebuah pelarian dari rebound relationship? True Love yang bercerita tentang frasa At the same time I wanna hug you, I wanna wrap my hands around your neck, You’re an asshole but I love you, And you make me so mad. Bersama Lily Allen, dia kemudian membuat sebuah defenisi tentang kebenaran jatuh cinta. Semua terasa seperti coklat.

Continue reading

2 Comments

Filed under Musiclicious