[Travelogue] : (banyak) Jalan menuju Pulau Kelagian (bag. 1)

Berawal dari ajakan nona-kau-tahu-siapa, akhirnya saya berhasil menjejakkan kaki di seluruh pulau besar di Indonesia. Walaupun ukurannya sangat dekat dari Jakarta. Hanya 12 jam perjalanan dengan menggunakan bus malam. Setelah sempat tertunda, akhirnya pekan lalu rencana ini terealisasikan juga.

Surga yang akan kami tuju!
Surga yang akan kami tuju!

Mencari referensi tentang Pulau Kelagian sebenarnya agak susah-susah gampang. Rencana awalnya adalah teman nona-kau-tahu-siapa yang akan bertindak menjadi pemandu. Saya pun sisa menunggu hari. Menunggu itinerary akan beranjak kemana saja ternyata sang teman tersebut pindah tugas ke Jakarta. Well, acara harus tetap berlangsung, jadilah saya menjadi organizer untuk daerah yang sama sekali baru.

Bagaimana jadinya? Saya sendiri cukup antusias dengan rencana ini, artinya kami harus siap dengan informasi yang kosong dan akan berusaha menebak-nebak arah perjalanan. Sebagai tips untuk menyiapkan perjalanan seperti ini adalah cari informasi sebanyak-banyaknya! Mulai dari browsing hal-hal remeh temeh seperti rute angkot, sama nomor telepon penting yang bisa dihubungi di daerah tujuan nanti.

Ada beberapa objek wisata menarik di Kabupaten Lampung. Sebagai kabupaten yang terletak di ujung Pulau Sumatra, ada beberapa pantai dan pulau yang bisa dijadikan tujuan wisata. Kenapa informasinya masih sedikit? Barulah saya tahu di kemudian hari untuk mencapai lokasi-lokasi tersebut membutuhkan usaha yang berlebih.

Rencana menghabiskan akhir pekan di Kabupaten Lampung sangat memungkinkan. Rencana awalnya adalah menghabiskan sabtu di pulau dan minggu mengeksplor Kota Bandar Lampung. Ternyata rencananya tidak semulus yang dibayangkan.

Perjalanan dimulai dengan drama mari-berburu-bus-malam di tengah kemacetan ibukota di hari Jumat. Ada banyak opsi yang bisa dilakukan untuk mencapai Kota Bandar Lampung. Bisa dengan armada bus arah Pelabuhan Merak, kemudian menyambung perjalanan dengan kapal ferry. Sesampai di Pelabuhan Bakaheuni, ada banyak mobil yang bisa di sewa untuk mencapai kota Bandar Lampung.

Opsi yang lain adalah dengan menggunakan armada Damri dari Stasiun Gambir. Ada beberapa jenis bus yang sesuai dengan keadaan dompet. Kelas bisnis (135 ribu), Kelas Eksekutif (175 ribu) dan kelas Royal (205 ribu). Total perjalanan adalah sekitar 10 jam perjalanan. Sesampai di Pelabuhan Merak kita akan disuruh turun dari bus, dan kalau ingin masuk ke kelas Bisnis di Kapal Ferry, harus menambah lagi 8000 rupiah.

Pool damri yang masih sepi
Pool damri yang masih sepi

Sesampai di Pelabuhan Bakaheuni sekitar pukul 3 pagi, perjalanan akan dilanjutkan menuju pusat kota Bandar Lampung. Estimasi kedatangan di Kota Bandar Lampung adalah sekitar jam 5 atau jam setengah 6. Tujuan terakhir dari Damri tersebut adalah Pool Damri yang terletak di tengah kota. Sesuai dengan saran teman, kami memutuskan untuk ikut sampai Pool Damri, karena kombinasi subuh hari dan terminal sangat tidak disarankan. Ditambah lagi angkutan umum belum ada. Jadi kami menunggu pagi sambil bersih-bersih di Pool Damri.

Disinilah perjalanan sebenarnya akan dimulai, drama masih akan terjadi!

You may also like

1 Comment

Leave a Reply