Mari berkenalan melalui makanan.

Banyak cara untuk berkenalan dan masuk ke dalam budaya seseorang. Salah satunya adalah makanan. Siapa yang bisa menolak pesona semangkuk sup ayam atau perkedel jagung?

bubur ayam dan terlur dadar jamur :9
bubur ayam dan terlur dadar jamur :9

Sejak dulu lidah saya sudah terbiasa dengan aneka bumbu dasar masakan Indonesia. Ketika penyakit asma ibu kambuh, salah seorang dari kami harus mengambil alih tugas domestik untuk memasak. Berhubung kakakku lebih sering menjadikan kami kelinci percobaannya, maka jadilah tugas memasak saya ambil alih. Berbekal instruksi dan petunjuk ibu tentu saja.

Kenapa harus ribet memasak sih? Bukannya kegiatan kampus juga sudah sangat menyita waktu?

Apalagi masakan Indonesia itu, membutuhkan 3 jam untuk sekali masak. Dari mempersiapkan bahan mentah, mengolah sampai meyajikannya. Belum lagi membereskan cucian piringnya. Habis itu? Capek. =)), tapi memang dasarnya lidah sudah terbiasa. Makan roti atau pasta selama 2 hari sudah pasti bosan, jendral!

Satu cerita menarik ketika saya masih di rumah Linus, rumah orang Swedia pertama kali saya tinggali.

Continue Reading

Radioholicz mixtape; welcoming autumn.

Musim gugur resmi dimulai. Suhu di pagi hari enggan beranjak dari 7 atau 8 derajat. Selama sepekan beberapa lagu berulang secara sporadis di playlist ipod, ditemani secangkir kopi dan bacaan yang menumpuk.

radioholicz-mixtape-welcomingautumn

1. Woodkid – I Love You (Quintet Version)
Siapa yang menyangka bahwa album Iron yang rilis tahun 2013 penuh dengan track yang menarik? Nama Woodkid mulai familiar ketika turut berperan mengisi soundtrack film Divergent. Genre indie-rock digabungkan dengan orchestra, membuat track ini menjadi lebih berbeda.

2. James Arthur – Roses (Feat. Emilie Sande)
Vokal James Arthur yang sendu, ditemani petikan gitar akustik mengantarkan kita pada ceritanya mengenai unrequited love. Emilie Sande, berperan sebagai tokoh kedua, membalas segala keluh kesah James, dan membuat Roses menjadi lebih syahdu.

3. Meghan Trainor – All About That Bass
Banyak yang mengatakan bahwa track All About That Bass adalah antitesa Anaconda dari Nicki Minaj. Why you should worry about your body image? Penyanyi kelahiran America ini menyindir dengan telak melalui genre Pop digabung dengan doo-wop. Rasanya seperti mendengarkan Duffy digabungkan dengan Paloma Faith.

4. The Kooks – Forgive and Forget
We want more from The Kooks! Thanks God they are back! Listen adalah album keempat yang dirilis pada tanggal 8 September lalu. Forgive and Forget is so british! Dengarkan bagian bridge setelah menit ke 2.20! Menjadikan musim gugur menjadi lebih bersemangat.

5. Robyn – Criminal Intent
Bagaimana merayakan daun-daun berjatuhan selain dengan musik Robyn yang penuh dengan anthem lantai dansa? Loop yang terdengar sepanjang lagu tidak monoton, justru mengajak kita untuk bergoyang, lagi dan lagi.

6. George Ezra – Blame it On Me
Mendengar vokalnya, tidak ada yang akan menyangka bahwa George Ezra adalah pemuda kelahiran 1993. Mendengar genre musiknya lagi, tidak ada yang mengira nuansa country adalah murni musik dari Britania Raya. Hari yang buruk? Maksimalkan suara ipod dan dengarkan track ini.

7. Tulus – Baru
Mendengar Baru serasa menyuntikkan energi kesinisan baru tentang laku hubungan. Musim gugur yang sendu akan dinikmati secara terbalik dengan mendendangkan lagu dari album terbaru Tulus. Menunggu tunnel-bana, sambil bersenandung riang. Berusaha mengingkari dingin angin yang dibawa musim gugur.

8. Adhitia Sofyan – Blue Sky Collapse
Karena dia Adhitia Sofyan. Merayakan langit yang perlahan berubah menjadi abu-abu. Apa yang kau harapkan?

Enjoy your weekend!

Continue Reading

Monday Jazz Round-up

Hari yang panjang, presentasi yang berantakan, materi final tinggal seminggu lagi. Bagaimana cara menutup hari? Tentu saja dengan suguhan musik jazz yang memikat.

Fasching Entrance
Fasching Entrance

Senin adalah hari yang panjang. Begitu pula senin yang lalu. Dengan 4 mata kuliah, serentak di hari yang sama. Setelah kelas selesai, saya bersama Maddy dan Anni-Amelia berencana untuk mengitari bagian selatan kota. Tidak sengaja saya mendengar mereka bercerita tentang masjid dan kawasan muslim di kota, saya kemudian bertanya dan minta sekalian diantar. 😀

Continue Reading

Satu hari di bulan September.

Berapa banyak cerita yang bisa terbilang dalam hitungan hari? Dari sekian hal baru yang dirasakan masih sedikit yang bisa menjadi tulisan. Belum lagi menghadapi suhu 14 derajat setiap hari, pulang kuliah rasanya hanya ingin bersembunyi di balik selimut sambil melanjutkan marathon The News Season 1.

XD
XD

Tapi dari sekian banyak hari di bulan September yang semakin mendekati abu-abu, kemarin titik inferior semakin menjadi. Saya membutuhkan seseorang yang akrab, familiar dan bisa memberikan tawa lepas. Yang paling pasti, rasanya senang bisa berbahasa Indonesia, dan bahasa Makassar, tentu saja. Tiap hari harus mengerahkan otak untuk mentranslasi bahasa Inggris membuat otak menjadi sedikit berasap.

Siang tadi saya bercerita banyak dengan seorang sahabat. Bagaimana rasanya kelimpungan menerima sekian materi kuliah dalam waktu singkat.

“Saya berada dimana ketika mata kuliah dasar Jurnalistik?” *dikeplak*

Continue Reading