Ulasan Film : Jalanan.

Salah satu pengalaman paling mencengangkan ketika pertama kali naik Metromini atau Kopaja di Jakarta adalah keberadaan pengamen yang tiba-tiba naik dan bernyanyi sepanjang perjalanan. Sebenarnya seberapa banyak mereka? Dari rute Permata Hijau – Blok M, saya hitung bisa 3 orang pengamen. Seringnya mereka bergantian dengan pedagang tissue, permen, mencoba mengais rejeki di setiap perhentian atau lampu merah.

Poster Film Jalanan (via http://news.indonesiakreatif.net/film-jalanan/)
Poster Film Jalanan (via http://news.indonesiakreatif.net/film-jalanan/)

Menonton Film Jalanan membuat kita melihat lebih jauh realitas hidup mereka. Bukankah hidup itu selayaknya dua sisi mata uang? Kita akan berkenalan dengan Boni, Ho, dan Titi. 3 orang yang menjalani hidup mereka sebagai pengamen di Jalanan ibukota. Dengan mengambil pendekatan secara dokumenter, Daniel Kiv, sang sutradara mencoba menggambarkan bagaimana perjuangan mereka dalam mencari rejeki. Mengikuti keseharian dan merekam pendapat mereka tentang banyak hal.

Continue Reading

Album Review : Jason Chen ~ Never For Nothing

Ketika orang menyangka tidak ada yang bisa mengalahkan formula anti-move on dari track The Man Who Can’t Be Moved, maka silahkan dengar album dari penyanyi Taiwan kelahiran Amerika, Jason Chen. Dosis galaunya rasanya sudah sangat keterlaluan. Tapi kenapa saya mendengarkannya juga? Ya menurut ngana? Galau itu default, jendral!

image via itunes.com
image via itunes.com

Seperti terlihat klise, tetapi memang rasanya album ini didedikasikan untuk mereka yang memang masih mempunyai sisa-sisa perasaan dan menjadikan kenangan sebagai asupan untuk hidup. Oke sip. Dengan beat-beat RnB yang easy listening, kita akan mendengarkan cerita Jason Chen untuk move-on (Still in Love, Time Machine) sampai tentang persoalan masih-oke-kok-berteman-dengan-mantan, walaupun rasanya tetap menyakitkan (Invisible, Losing My Head).

Iqko! Kamu memang masokis!

Tidak seperti karir artis jebolan Youtube yang lain, syukurlah Jason Chen menemui jalannya untuk memulai karir secara professional. Di kanal Youtube kita masih bisa menemukan lagu-lagunya yang terbaru. Dia juga sudah merilis 4 buah album dan mendapat tempat khusus di tanah Mandarin.

Selain memiliki alur cerita yang terlihat jelas di album Never For Nothing, vokal Jason Chen sangat layak dinikmati. Walaupun tidak sangat disarankan mendengarkan albumnya terus-menerus (I Hate Sorry, Never For Nothing). Dia mengajarkan bahwa malam-malam gelap akan terlalui juga dan bagaimana merapikan semua kenangan untuk melangkah lagi. Dengarkan suara piano yang mendominasi di setiap lagu! Menjadikan album ini bisa dinikmati kapan dan dimana saja.

Untuk sebuah album yang terasa sangat personal, Jason Chen mampu menghadirkan sosoknya sebagai seorang pencerita yang baik. Jadi, siapa yang belum bisa move-on? *eh

I wanted to move on
But unlike you, I’m not that strong
(Jason Chen – Still In Love)

Continue Reading

Reality bites : galau sekolahan.

Hai halo XD, galau itu dimana-mana emang tidak enak yah. (tiba-tiba datang dan curhat).

Setelah masa 6 bulan Pre-Departure Training yang dilalui dengan penuh perjuangan bersama The Class of Anarchy di dua tempat yang berbeda, sekarang persiapan sekolahnya memasuki fase yang baru, harap-harap cemas akan diterima dimana!

Rupanya banyak orang yang salah paham, berpikir bahwa setelah menerima program beasiswa saya hanya tinggal mengikuti training persiapan selama 6 bulan dan voila! Semuanya beres. Tinggal memilih kampus yang diinginkan. Meh! Maunya sih juga begitu tapi, ternyata realita selalu mengatakan lain XD.

Foto oleh Maria Sjödin
Foto Stockholm oleh Maria Sjödin

Saya masih ingat rasanya pontang-panting mendaftar universitas di bulan Januari (transkrip nilainya mana! Statement of purposenya mana! Grading nilainya mana!). Deadline beberapa universitas di Eropa adalah 15 dan 31 Januari. 3 universitas yang saya incar adalah Stockholm, Goethenburg dan Helsinki. Sebenarnya dulu saya memilih Helsinki sebagai prioritas, dengan major Global Media Communication, tapi gak mungkin berperang hanya dengan 1 pilihan. Jadilah tambahan 2 area di Swedia itu.

Masalahnya adalah.

Pengumumannya ternyata tidak bersamaan.

Continue Reading

Percakapan pertama dan terakhir.

Sebuah percakapan bisa dimulai dari sebuah ketertarikan. Apa yang bisa kau uji dan cari dari lawan bicaramu. Apakah sebuah pertemuan akan berakhir menyenangkan, ataukah kita hanya menjadi 2 manusia dengan balon pikiran masing-masing. Menjadi individu yang berbeda isi kepala.

Setelah 2 kali berpindah tempat, akhirnya kami memutuskan untuk singgah di sebuah kafe di bilangan wilayah Lasinrang. Sayup-sayup suara Sarah MacLachlan bersenandung sewaktu kami hendak duduk. Kami sontak berujar dan menyebutkan nama yang sama. Tidak lupa menyebutkan Angel sebagai lagu paling terkenal dari sang penyanyi. Sebuah intro yang menyenangkan, mengetahui bahwa selera musiknya lumayan.

Matanya menelusuri barisan menu yang ada. Memilih apa yang hendak dicicipi, sambil sesekali bertanya bahan dasar makanannya. Akhirnya dia memilih saya Avocado Frappucino dan saya memesan hot chocolate. Setelah serangkaian makanan yang masuk di lambung selama seharian tentu saja saya tidak mau terlihat bodoh, kalau saja sang perut nanti berkhianat. Kami memulai pembicaraan dengan pertanyaan standar, kerja dan menetap dimana, makanan favorit, dan rahasia mengapa dia terlihat begitu menarik.

Percakapanpun semakin mengalir. Diantara lalu lalang suara kendaraan yang sesekali terdengar, dia berbicara tentang masa lalunya, tentang kuliah, kerjaan dan pengkhianatan yang dialaminya. Saya hanya sesekali menanggapi dan berbagi beberapa pengalaman yang sama. Bagaimana sebuah persoalan asmara bisa menjadi pelik karena satu dan lain hal. Banyak orang bilang bahwa tabu membicarakan mantan pada pertemuan pertama, tapi entah siapa yang memulai topik tersebut dan membuat kami terjebak tentang kisah cinta pertama masing-masing. Saya bercerita bahwa pernah ada seseorang yang pernah saya titipkan harapan dan saling bersurat selama 3 tahun melalui perantara kakaknya (ah, masa-masa itu!)

album tulus dan lonely planet yang menjadi teman kami
album tulus dan lonely planet yang menjadi teman kami
Continue Reading