Mereka yang saya sebut rumah.

Saya selalu mengingat turning point ketika pertama kali mengenal komunitas. Mengenal riuhnya kebersamaan, bagaimana mensiasati perbedaan, menyelesaikan konflik, sampai pada batas terakhir, bagaimana menerima diri sendiri. Apa adanya.

Menyebut kata introvert, mungkin banyak orang akan mengernyitkan dahi. Memasang muka tidak percaya kalau saya mengatakan sifat ini melekat sampai awal 2005. Saya? Dengan semua barisan komunitas yang saya huni? Percayalah, masa SMP dan SMA membuat saya tenggelam pada perasaan rendah diri. Pasalnya, masa itu saya tidak bisa mengekspresikan diri. Belum menemukan teman sealiran. Saat semua orang membahas Counter Strike atau Sepak Bola, saya malah sibuk mencerna single terbaru Linkin Park atau Blur. Jadilah saya menjadi makhluk anti sosial. Hanya berinteraksi seadaanya.

Perjalanan bersama Ininnawa

Pengalaman melarikan diri dari kerumunan kampus inilah yang ternyata membawa saya kepada satu komunitas yang keren. Setelah sekian minggu berdiam diri di pojokan kafe buku Biblioholic –ya, ketika tidak ada mata kuliah, saya keluar kampus dan ke kafe buku ini—saya akhirnya memulai interaksi dengan para penggiat Ininnawa. Salah satu hal yang membuat saya senang berada disana adalah kebersamaan yang begitu hangat, tanpa terlalu banyak mencampuri urusan personal. Mereka tidak pernah bertanya mengapa saya ada di kafe buku itu dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, misalnya.

Continue Reading

Negeri 5 Menara; tentang mimpi dan harapan.

Ketika credit title muncul selepas film Negeri 5 Menara (N5M) usai, saya hanya bisa berkata,

“Hanya itu saja?”

Perkataan ini juga diamini oleh salah seorang anggota geng nonton saya. Dia yang kadar kefasihannya dalam menyimak jalan cerita sebuah film wajib dipertanyakan. Dia juga merasa ada yang kurang. Tidak ada yang salah pada film ini, cuma beberapa adegan rasanya tidak cocok.

Poster film

Tentu saja membandingkan sebuah buku dan film akan berbeda rasanya. 2 media yang berbeda dan tidak bisa disamakan. Interpretasi yang dibuat oleh Salman Aristo bisa jadi berbeda dengan apa yang ada dikepala saya. Pun bisa juga berbeda dari apa yang dibayangkan oleh Ahmad Fuadi ketika menuliskan buku ini. Lantas dimana salahnya?

Continue Reading

Mockingjay; sebagai epilog kisah Katniss.

Namaku Katniss Everdeen. Umurku tujuh belas tahun. Rumahku di Distrik 12. Tak ada lagi Distrik 12. Akulah Mockingjay. ~ Katniss Hal. 380

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya buku ketiga dari trilogi Hunger Games diterbitkan Gramedia bulan Januari lalu. Sebuah penantian lama, mengingat di luar negeri semua orang sudah mengetahui bagaimana akhir cerita di Capitol. Siapa itu Presiden Coin? Apa yang terjadi pada Peeta? Apakah benar ada Distrik 13?

Cover Buku Mockingjay

Suzanne Collins menyisakan satu pertanyaan besar pada akhir buku kedua, Catching Fire. Katniss Everdeen dan Peeta Mellark harus mengikuti lagi Hunger Games dalam rangka peringatan Quarter Quell. Perayaan Hunger Games yang ke 75. Dia harus mengadu nyawa lagi melawan 26 peserta dari distrik yang lain. Plus, mereka adalah juara Hunger Games sebelumnya. Ternyata konspirasi terjadi, arena diledakkan, Katniss melarikan diri bersama beberapa peserta yang menjadi kawan. Jangan lupa juga Haymitch dan Gale.

Dalam buku Mockingjay, kita akan menyimak bagaimana kisah Katnis di Distrik 13. Distrik yang bersembunyi di bawah tanah, dengan sistem seketat militer, penjagaan yang terkoordinir dan semua orang memiliki posisinya masing-masing. Dipimpin oleh wanita ambisius, Presiden Coin, mimpinya untuk menjatuhkan Capitol masih menjadi misi mulia. Dia berpuas diri, dia memiliki pemicu yang sesuai. Siapa lagi kalau bukan Katniss, sang Mockingjay?

Continue Reading

Konser Lady GaGa, akan seheboh apa?

Put your paws up little monsters, the mother of sin is gonna hit the town!

Seminggu belakangan ini linimasa saya diramaikan oleh satu headline serupa. Lady GaGa yang akan konser bulan Juni nanti. Lah, konsernya masih beberapa bulan lagi dan huru haranya sudah dimulai dari sekarang?

Mother monster!

What can I say? This is Lady GaGa. Penyanyi yang terkenal dengan semua kefasihannya dalam taraf abnormal. Apa yang terlihat fashionable selain balutan daging dan bola-bola bening ala Lady GaGa? Masih banyak yang menanyakan, apa yang bisa diekspektasikan dari konsernya nanti?

Continue Reading